Foto ist : Petugas medis saat memeriksa kesehatan warga terdampak kebocoran tangki BBM milik FT (Fuel Tuban) PT Pertamina

Dampak Bocornya Tangki BBM FT Pertamina, Warga Tasikharjo Tuban Masih Dihantui Rasa Takut

Loading

TUBAN (independensi.com) – Peristiwa kebocoran tangki BBM milik FT (Fuel Tuban) PT Pertamina, pada Senin (10/6) kemarin. Masih menyisahkan rasa trauma dan kecemasan bagi warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. 

Pasalnya dampak yang ditimbulkan kebocoran tangki berupa bau gas yang menyengat hingga menimbulkan rasa mual, pusing dan sesak nafas itu. Terus menghantui pikiran warga, sehingga beberapa diantaranya masih memiliki tinggal dirumah kerabatnya.

Kepala Desa (Kades) Tasikharjo , Damuri mengatakan warganya masih merasa khawatir jika bau gas dari bocornya tangki BBM FT Pertamina akan kembali terjadi. Meskipun sudah mereka sudah diperbolehkan pulang kembali ke rumahnya setelah sebelumnya diungsikan.

“Warga masih khawatir dan was-was akan muncul bau gas lagi, sebab peristiwa kebocoran itu terjadi saat waktunya tidur,” ujarnya, Selasa (11/6).

Damuri berharap pihak Pertamina yang menangani kebocoran dengan tepat, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Sebab, Desa Tasikharjo merupakan daerah yang paling dekat dengan perusahaan distribusi BBM milik Pertamina itu.

“Langkah tepat dalam menangani persoalan ini penting, agar warga kami tidak dihantui rasa was-was terus menerus,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Sudarmaji, menyampaikan akibat kebocoran tangki BBM FT Pertamina. Mengakibatkan sejumlah warga dari Desa Tasikharjo dan Desa Remen harus dilarikan ke rumah sakit.

“Dampak dari kebocoran tangki BBM milik FT Pertamina, dirasakan warga Desa Tasikharjo dan Desa Remen. Bahkan, tercatat ada 1.500 an orang yang mengungsi ke Lapangan Brangkal, Desa Tasikharjo saat kejadian,” tuturnya.

“Selain itu, ada sekitar 500-an orang yang sempat mengungsi ke rumah kerabatnya yang ada di Desa Sumurgeneng, Wadung maupun Mentoso. Bahkan juga ada yang mengungsi ke wilayah Kota Tuban,” sambungnya.

Terpisah, salah seorang warga Desa Tasikharjo, Sumarti menceritakan saat kejadian bocornya tangki BBM FT Pertamina. Warga sempat kaget dan berhamburan keluar rumah, untuk mencari tahu penyebab timbul bau menyengat.

Kepastian itu diapat setelah beredar informasi dari grup pesan WhatsApp dan pengumuman melalui pengeras suara Masjid yang meminta seluruh warga agar meninggalkan rumah dan mencari tempat yang aman dari bau gas menyengat itu.

“Setelah mendengar woro-woro (himbauan, red) dari pengeras suara Masjid dan dari grup WA, saya bersama keluarga langsung mengungsi ke tempat aman,” imbaunya.

“Meski sekarang katanya sudah ditangani, tapi saya masih khawatir kalau bocor lagi. Tak cuma saya para tetangga saya sama khawatirnya. Maka sampai ada yang nunggu benar-benar aman baru kembali,” tukasnya.

Terkait peristiwa kebocoran tersebut,  Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Reg. Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan pihaknya telah melakukan langkah-langkah penanganan pasca kejadian kemarin.

“Operasional sudah kembali normal, dan untuk penyebab kejadian kemarin masih dalam tahapan proses investigasi,” tegasnya.

Di tanya terkait warga terdampak kebocoran hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit, pihaknya juga mengaku akan bertanggung jawab.

“Tentu kami akan berkoordinasi terus bersama Tim Puskesmas Jenu dan Kepala Desa, terkait dengan perkembangan kondisi kesehatan warga,” ucapnya.

“Semenjak kemarin pagi status di alat ukur kandungan gas dalam udara sudah menunjukkan level 0, jadi warga bisa beraktivitas kembali,” pungkasnya. (Bon)