JAKARTA (IndependensI.com) – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada Sabtu, 22 Februari 2025, DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program ini di RPTRA Taman Sawo, Cilandak, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 300 warga setempat yang antusias mengikuti acara ini.
Dalam sosialisasi tersebut, hadir Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama (Uya Kuya), serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka memberikan pemaparan mengenai pentingnya gizi seimbang serta manfaat jangka panjang dari program MBG bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Makan Bergizi Gratis: Langkah Konkret Pemerintah dalam Pemerataan Gizi
Surya Utama menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang layak.
Menurutnya, selain memberikan manfaat langsung dalam menekan angka stunting dan kekurangan gizi, program ini juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal.
“Program ini tidak hanya memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi secara gratis, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM setempat untuk berkontribusi dalam rantai pasok pangan. Warga bisa berperan sebagai pemasok bahan makanan maupun tenaga kerja dalam produksi makanan sehat ini,” ujar Uya Kuya.
Ia juga menekankan bahwa DPR RI, khususnya Komisi IX, mendukung penuh kebijakan ini sebagai salah satu strategi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam pemerataan akses pangan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menjaga Kualitas dan Keberlanjutan Program
Dalam kesempatan itu, Uya Kuya menyoroti pentingnya standarisasi gizi dalam setiap makanan yang disediakan melalui program MBG. Menu yang diberikan kepada masyarakat harus memenuhi kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
“Pemerintah harus memastikan bahwa makanan yang dibagikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan. Selain itu, evaluasi dan pengawasan ketat sangat diperlukan agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengatasi masalah gizi buruk di Indonesia,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap program ini tidak hanya menjadi solusi sesaat, melainkan menciptakan perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin melihat program ini berkembang lebih jauh, bukan hanya sebagai bantuan sementara, tetapi sebagai langkah awal membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” tutupnya.
DPR RI dan BGN Berperan dalam Pengawasan dan Implementasi Program
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, kegiatan sosialisasi ini juga bertujuan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga negara yang berfokus pada pemenuhan gizi nasional, terus berperan aktif dalam mendukung program MBG agar semakin luas jangkauannya. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan masyarakat, diharapkan upaya ini dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia di masa mendatang.