Ilustrasi

Kisah Seorang Pemburu Koin Tewas Mengenaskan

MERAK (IndependensI.com) – Mengenaskan? Kisah pemburu koin itu berakhir dengan sangat memilukan.  Nyawa melayang demi mengejar koin-koin yang dilemparkan oleh para penumpang kapal yang berangkat dari Pelabuhan Merak.

Seorang anak  bernama Jaya Effendy tewas setelah terjun dari  kapal KMP Elisia, Minggu (19/6/2017). Sebagai pemburu koin, Jaya bersama teman-temannya sudah terbiasa melompat dengan lincah dari dermaga di mana kapal berlabuh sebelum berangkat menuju Pelabuhan Bakauheni. Koin-koin yang mereka kumpulkan selama ini cukup lumayan untuk uang jajan, sehingga aktivitas pemburu koin itu seperti profesi yang dilakoni setiap waktu senggang.

Namun pada hari Minggu (19/6/2017) kemarin, merupakan lompatan terakhir Jaya Effendy sebagai pemburu koin. Nasib naas dialami Jaya Effendy ketika kakinya terpeleset sebelum meluncur ke laut, sehingga ketika posisi badannya terjun ke laut tidak sempurna, bahkan dapat dikatakan seperti orang terjatuh.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, sebelum melompat ke laut diduga Jaya Effendy terlebih dahulu terpeleset dan tercebur dengan posisi telungkup (dada mengenai permukaan air) hingga tidak timbul lagi. Jaya Effendy warga Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon tersebut, merupakan salah satu dari puluhan anak-anak yang sering mengejar koin-koin yang dilemparkan penumpang dari atas kapal.

Karena terpeleset, maka bagian perutnya yang menerjang air laut dari ketinggian cukup lumayan, sehingga diduga Jaya Effendy kesakitan dan tidak bisa berenang lagi. Dalam sekejab, di saksikan teman-temannya, Jaya pun tenggelam. Teman-temannya pun panik dan berusaha menolong dan mencari, namun tidak menemukan.

Mungkin karena takut, teman korban tidak langsung melaporkan kepada orangtua Jaya. Mereka baru melaporkan ke  orangtua Jaya Effendy keesokannya, Senin (19/6/2017).  Lalu mereka terus melapor ke aparat kepolisian di Merak. Korban lalu ditemukan tewas dalam kondisi mengambang di perairan dermaga 3 sekiar pukul 10.00 WIB.

Orang tuanya pun sangat terpukul dan tidak bisa berkata-kata, ketika jasad anak kesayangannya ditemukan telah mengambang tidak bernyawa tidak jauh dari dermaga kapal penumpang, di mana anaknya bersama teman sebayanya sering bermain sekaligus berenang memburu koin yang di lempar penumpang kapal ke laut.

Ketika dikonfirmasi mengenai adanya korban tewas pemburu koin bernama Jaya Effendy, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KKSP) Merak, Ajun Komisaris Tesyar R Prayitno membenarkan peristiwa tersebut. “Mayat anak pemburu koin itu diketahui bernama Jaya Effendy.  “Jenazah korban sudah dibawa pulang oleh orangtuanya untuk dimakamkan,” kata  Tesyar R Prayitno di Merak, Selasa (20/6/2017).

Guna mencegah peristiwa berulang, Tesyar mengimbau anak-anak pemburu koin di Pelabuhan Merak agar tidak melakukan aktivitas memburu koin yang dilempar penumpang dari atas kapal. Begitu juga penumpang agar tidak melempar uang koin karena bisa membahayakan kepada anak-anak pemburu koin itu. “Kami meminta penumpang tidak melempar uang koin ke laut,” ujarnya.

Imbauan aparat itu tentu sangat tepat, karena selain berbahaya bagi anak-anak pemburu koin, kegiatan itu lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Cukup sudah kisah sedih di Hari Minggu anak-anak pemburu koin seperti yang dialami Jaya Effendy, tidak perlu ada korban lagi. (kbn)