Anna Nordqvist (Dokumentasi)

Kontestan US Women’s Open Alergi Trump

BEDMINSTER (IndepedensI.com) – Turnamen golf US Women’s Open dijadwalkan berlangsung pekan ini di Trump National Golf Club, Bedminster. Meski dimainkan di lapangan milik Donald Trump, para kontestan ajang elite itu alergi terhadap sang Presiden Amerika Serikat.

Salah satu peserta, Brittany Lincicome, berharap Trump tidak datang ke lapangan. Dia khawatir kehadiran Trump akan membuat sorotan beralih.

“Semoga dia tidak muncul karena kedatangannya bisa mencuatkan masalah lain. Di turnamen ini, yang disoroti seharusnya pemain, bukan dia,” kata juara dua kali US Women’s Open itu kepada Chicago Tribune seperti dikutip AFP, Rabu (12/7/2017).

“Saya tidak kenal dia meski sepertinya kami sudah satu kali bertemu. Saya rasa semua akan berjalan dengan baik. Kami akan berusaha bermain sebaik mungkin dan biarkan penampilan kami yang berbicara,” ujar pegolf AS itu.

“Mustahil rasanya ada yang mau memboikot ajang ini. Taruhannya terlalu besar. Maksud saya, dengan jumlah uang hadiah yang besar, saya pikir tidak ada yang mau mundur,” kata Lincicome.

Sejumlah pegolf dikabarkan berniat memboikot ajang LPGA Tour ini. Mereka tidak mau ikut karena Trump sering berkomentar buruk tentang perempuan.

US Women’s Open berlangsung pada 13-16 Juli 2017. Turnamen ini adalah ajang golf paling bergengsi di kategori putri.

Juara bertahan Brittany Lang meraih trofi tahun lalu dengan keunggulan tiga pukulan atas Anna Nordqvist dalam play-off.

Nordqvist gagal juara karena hukuman dau pukulan di lubang kedua play-off. Pegolf asal Swedia itu dihukum setelah tongkat golfnya terlihat kena pasir sebelum dia mulai memukul di jebakan pasir.

Lincicome berpendapat memindahkan lokasi turnamen ke lapangan lain bukanlah pilihan yang logis.

“Tidak ada masalah karena tahun lalu LPGA juga memilih lapangan ini,” kata Lincicome.

Trump sering mengutarakan komentar negatif tentang perempuan. Komentar itu banyak menjadi viral di media sosial terutama saat masa kampanye presiden tahun lalu.

Michelle Wie, Stacy Lewis, Paula Creamer menolak mengomentari kontroversi ini.

“Pekan ini pekannya golf,” kata Wie.

“US Open adalah kejuaraan nasional kami. Jadi, seperti kalian tahu, saya amat ingin fokus untuk golf dan semoga bisa menginspirasi banyak perempuan muda dan perempuan lain pada umumnya lewat permainan saya,” ujarnya.

Di tengah segala kontroversi, setidaknya satu pegolf AS yang akan bermain di Bedminster yakin Trump bisa menjadi presiden yang hebat.

“Saya percaya bahwa dia akan melakukan banyak hal hebat untuk negara ini,” kata Cristie Kerr.