Sejumlah orang memberi penghormatan untuk Lady Diana di monumen Flame of Liberty di Paris, Rabu (30/8/2017). (AFP)

20 Tahun Tiada, Lady Diana Masih Dihormati

JAKARTA (IndependensI.com) – Banyak yang tidak percaya ketika surat kabar dan televisi di seluruh dunia mengabarkan Lady Diana meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Paris, 20 tahun silam. Insiden itu terjadi pada 31 Agustus 1997, lepas tengah malam tepatnya pada pukul 00.23 waktu setempat.

Paris diguyur hujan pada Kamis malam dua dasawarsa lalu. Diduga akibat permukaan jalan yang licin, sebuah mobil sedan tergelincir menghantam salah satu tiang di terowongan Pont de l’Alma. Salah satu penumpang mobil nahas itu adalah Lady Diana.

Kedua putranya, Pangeran Williams dan Pangeran Harry menerima banyak karangan bunga di Istana Kensington di London. Di tempat itulah kedua pangeran tumbuh besar di bawah asuhan Diana.

Di Paris, seorang laki-laki tampak menyalakan sejumlah lilin di monumen Flame of Liberty. Monumen itu berdiri di atas underpass dan secara informal menjadi batu nisan untuk sang putri.

Diana adalah orang yang “revolusioner”, kata Sian Croston, pelajar berusia 17 tahun asal London.

“Dia mengubah keluarga kerajaan selamanya,” ujarnya.

“Dia selalu menjadi putri di hati rakyat,” ujarnya meminjam ucapan perdana menteri Inggris waktu itu, Tony Blair, beberapa jam setelah kematian Diana.

Kabar kematian Diana semakin heboh setelah dia diketahui satu mobil dengan Dodi al-Fayed, produser film asal Mesir. Waktu itu, keduanya sudah dua bulan berpacaran. Mobil nahas itu dikemudikan oleh Henri Paul, yang terpaksa ngebut untuk menghindari kejaran paparazzi.

Setelah 20 tahun, puluhan karangan bunga dan foto sang putri diletakkan di dekat Flame of Liberty oleh pengunjung yang bersimpati.

“Saya masih anak-anak ketika dia meninggal tapi sasya mempelajari biografinya,” kata Marie Hermann, wartawan Jerman berusia 25 tahun yang datang dari Frankfurt.

“Saya mencintai Diana dan komitmennya untuk amal,” ujarnya.

Linda Bigelbach, perempuan 61 tahun dari Saint Paul di Minnesota, amat mengidolakan Diana. “Saya ingat hari pernikahannya dan saya masih ingat hari kematiannya,” kata Bigelbach.

Di London, William dan Harry yang waktu itu baru berusia 15 dan 12 tahun, memberi penghormatan kepada mendiang ibunya pada Rabu. Hari ini, keduanya mengenang sang bunda secara tertutup.