(Dari kiri) Rory Hie, Johannes Veerman, dan Gaganjeet Bhullar memaparkan persiapan mereka menghadapi turnamen Indonesia Open 2017 yang akan berlangsung di Pondok Indah Golf Club, Jakarta, 25-29 Oktober 2017. (Toto Prawoto)

Wajar Bhullar Sesumbar

JAKARTA (IndependensI.com) – Beberapa hari lalu dilansir kabar bahwa Gaganjeet Bhullar – sebagai juara dua kali Indonesia Open pada 2013 dan 2016 – sesumbar ingin mencetak hat-trick pada Indonesia Open 2017, yang akan berlangsung pada 25-29 Oktober 2017 dan bertempat di Pondok Indah Golf Club, Jakarta Selatan.

Bagi Bhullar “sesumbar” yang telah diumbarnya beberapa hari lalu itu sesuatu yang wajar. Karena, saat dia menjadi juara Ina Open untuk kedua kalinya pada tahun lalu, event yang sama tersebut digelar di golf course yang sama.

Artinya, “sesumbar” yang telah diumbar oleh Bhullar, bukanlah omong kosong. Apa yang diucapkan oleh pro kelahiran 27 April 1988, yang mulai berkompetisi di golf pro pada 2006, itu memang didasari oleh fakta dan data yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Paling tidak, sebagai juara Ina Open, utamanya saat event akbar tersebut dihelat di Pondok Indah Golf Club 2016 lalu, Bhullar jauh lebih paham segala “handicap course” yang ada di lapangan golf tersebut dibandingkan dengan para kompetitor lainnya.

Bahkan saat IndependensI.com menanyakan tentang green speed yang disetting pada Ina Open kali ini, Bhullar mengungkapkan bahwa green speed yang ada saat ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sehingga dia optimistis akan bisa mewujudkan mimpinya untuk mencetak hat-trick.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pro tuan rumah, Rory Hie, dan Johannes Veerman. Baik Rory maupun Johannes menyatakan, dengan persiapan yang mereka lakukan, mereka optimistis dapat mengatasi “handicap” yang mereka temukan di lapangan – termasuk cuaca di Indonesia yang seringkali tidak menentu akibat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Benny Kasiadi

Tak hanya Bhullar, Johannes dan Rory, Benny Kasiadi pun mengaku bahwa pihaknya akan lebih berhati-hati saat berada di area shot games terutama saat berada di putting green.

“Beruntung semua green yang ada di sini kontur tanahnya datar dan rata… Tapi, tetap saja, saya harus bisa menjaga irama permainan saya… Akurasi pukulan sangat diperlukan agar bisa mendapat mencetak skor minus,” kata Benny seusai mengikuti event Pro-Am yang berlangsung pada Selasa (24/10) kemarin di golf course akan dijadikan arena pertandingan antara “hidup” dan “mati” bagi seluruh peserta untuk memperebutkan total hadiah sebesar US$300.000.

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini sangat istimewa. Paling tidak, ada empat bank pemerintah yang tergabung dalam HIMBARA (Himpun Bank Milik Negara) masing-masing BRI, BNI, Mandiri, dan BTN serta Telkom Indonesia menjadi sponsor Indonesia Open 2017.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Murdaya Po, Ketua Umum PB PGI periode 2014-2018, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah ikut memberikan dukungan.

Ketua Umum PB PGI Murdaya Po

Dengan adanya dukungan tersebut, menurut Po, membuat Indonesia Open semakin prestisius.

Menjawab pertanyaan tentang hadiah yang akan diperebutkan pada event yang sama tahun depan, Po berjanji akan menambah jumlahnya.

Namun, ketika didesak mengenai nilai nominalnya, sambil tersenyum penuh arti, Ketua Umum PB PGI tersebut menyatakan pihaknya akan membahas lebih lanjut setelah mengavaluasi hasil dari penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini.

“Yang pasti, turnamen ini dapat mendukung perkembangan olahraga golf profesional dan amatir di Indonesia dan juga di Asia,” katanya.

Tahun ini sebanyak 140 pegolf mengikuti event akbar tersebut. Sebagai tuan rumah Indonesia mendapat jatah sebanyak 28 pegolf yang terdiri dari 20 pro dan 8 pegolf amatir.

Persaingan ketat akan terjadi sejak ronde pertama dan ronde kedua, karena seluruh peserta – baik pegolf pro yang memperebutkan total hadiah sebesar 300.000 US$ maupun pegolf amatir yang memperebutkan gelar lowest amateur – harus lolos cut off untuk bisa melanjutkan persaingan pada ronde ketiga dan ronde keempat (final).

Yang jelas, persaingan untuk memperebutkan lowest amateur tahun ini, minus pegolf yang beberapa waktu lalu tampil di SEA Games 2017, Kualalumpur, Malaysia, seperti Kevin C Akbar, Naraajie, Jonathan Wijono, Almay Rayhan Yaquta plus Tirto Tamardi. Mereka sedang mengikuti Kejuaraan Golf Amatir yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Golf Association di Selandia.

Meskipun begitu bukan berarti persaingan untuk memperebutkan gelar lowest amateur tahun ini akan “biasa-biasa” saja.

Kentaro Nanayama

Pasalnya, kedelapan pegolf amatir yang tampil dalam Ina Open tahun ini, seperti Rizky Subakti, Dominikus Glenn, Kentaro Nanayama, Alfred Raja Sihotang, Jose Emmanuel Suryadinata, Aqil Widyantoro, Muhammad Rifqi Alam Ramadhan, dan Bradley Taslim adalah pegolf nasional pelapis kedua yang seringkali menjadi “batu” sandungan bagi Kevin C Akbar dan kawan-kawan yang pada waktu bersamaan sedang mengikuti pertandingan di Selandia.

Yang jelas, Almay Rayhan Yaquta – juara lowest amateur Indonesia Open 2016 – tahun ini absen. Dengan demikian peluang untuk merebut gelar juara lowest amateur terbuka lebar bagi Kentaro Nanayama dan kawan-kawannya. (Toto Prawoto)