Mira Anjani, Siswi Kelas 2 Sekolah Dasar Negeri yang dipekerjakan pengurus Musholla meminta-minta uang dari pengguna jalan raya

Pengurus Musholla Pekerjakan Anak Dibawah Umur Jadi Peminta Uang Dijalan Raya

PEKANBARU (IndpendensI.com) – Pagi itu Sabtu 4 November 2017 sekitar pukul 10.00 Wib di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing Sengingi, Riau, matahari sangat cerah. Seorang anak gadis kecil kesana-kemari sambil menyodorkan keranjang plastik atau tempat uang pada supir truk yang melintas.

“Terimakasih Om” katanya ketika Independensi.com memberi uang bantuan Musholla ke dalam keranjang tempat uang. Anak gadis kecil itu bernama Mira Anjani, duduk dikelas 2 SD Negeri 06 Desa Pesikaian, Cerenti.

Mira bercerita kalau dirinya dipekerjakan pengurus Musholla Al-Hikmah untuk membangun pagar. “Saya dipekerjakan oleh pengurus Musholla, saya kadang digaji dua puluh lima ribu rupiah, kadang lebih. Yah tergantung banyaknya penghasilan pemberian supir truk” kata Mira.

Mira Anjani mengaku Ibunya sudah meninggal dan Ayahnya tidak tahu dimana, dan untuk melanjutkan hidup, Mira menumpang bersama kakaknya yang bernama Dewi. “Ibu saya sudah meninggal dan Ayah entah kemana. Saya menumpang hidup bersama kakak Dewi. Hasil dari gaji saya untuk beli beras” kata Mira dengan mata berkaca-kaca.

Seorang supir truk yang bernama Ahmad sangat prihatin anak dibawah umur dipekerjakan oleh pengurus Musholla. Alasannya, bahwa anak dibawah umur yang masih duduk dibangku kelas 2 SD itu belum tahu menjaga dirinya di jalan raya. “Ini jalan raya, mobil banyak yang melintas, sedikit lalai akan mangancam nyawa” kata Ahmad.

Musholla Al-Hikmah Desa Persikaian Cerenti, Kuansing Sengingi Riau

Supir mobil Fuso juga ada mengulurkan uang sumbangan. Supir Fuso itu bernama Rio turun dari dalam mobil. “Tolong beritakan anak ini ya, supaya Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) turun dan memperhatikan anak ini. Negara Indonesia kaya kok anak dibawah umur diajarkan jadi peminta? Anak ini masih 9 tahun kenapa dipekerjakan ditempat berbahaya?” kata Rio dengan nada prihatin.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan indpendensi.com belum berhasil menemui pengurus Musholla dan Kepala Desa Pesikaian yang bernama Soni Suandre. (Mangasa Situmorang).