Suasana pemasangan Steel Box Girder di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek Km 46+200 arah Cikampek, Selasa (7/11). (Istimewa)

Pemasangan “Steel Box Girder” Sesuai Prosedur

JAKARTA (IndependensI.com) – Pemasangan instalasi “Steel Box Girder” di jalan tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), sedang berlangsung. Adapun pemancangan pertama disaksikan langsung Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Refly Harun, pada Selasa (7/11) pukul 03.00 WIB. Refly didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani dan Direktur Pengembangan Hasanudin, melihat langsung pemasangan perdana piranti tersebut di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek Km 46+200 arah Cikampek.

Besi beton seberat 80 ton dengan panjang 60 meter, lebar 2 meter tinggi 2.4 meter ini, dibutuhkan sekitar 2.500 buah untuk pembangunan proyek jalan tol sepanjang kurang lebih 38 Km. Fasilitas jalan berbayar ini dikelola PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) selaku anak usaha Jasa Marga.

Dengan dipasangnya steel box girder perdana ini, Refly menegaskan, proses pemasangan harus sesuai dengan syarat dan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), baik bagi pengguna jalan tol maupun para pekerja proyek. Dengan demikian, tidak terjadi kesalahan pada salah satu tahap terpenting dalam pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) ini.

“Mudah-mudahan proses pemasangan _steel box girder_ ini bisa berjalan dengan lancar sesuai skenario dan tetap mengedepankan mitigasi risiko yang zero mistake,” ujar Refly seperti dikutip dari rilis Jasa Marga.¬†Refly juga meminta maaf dan mengimbau kepada pengguna jalan agar tetap bersabar atas kepadatan lalu lintas yang terjadi selama proses pembangunan ini.

Sedangkan Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono mengatakan, konsekuensi dari proses pemasangan steel box girder ini mengharuskan ditutupnya bahu jalan dan 1 (satu) lajur di kilometer terkait, selama kurang lebih satu jam. “Untuk pemasangan ini menggunakan metode angkat dengan dua buah crane. Proses pengangkatan hingga pemasangan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Jadi akan ada penutupan bahu jalan dan satu lajur ketika proses berlangsung,” imbuhnya.

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang membentang sepanjang Ruas Cikunir-Karawang Barat merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung.