Petinju Jerman, Manuel Charr (kanan), berhadapan dengan petinju Rusia, Alexander Ustinov, pada timbang badan di Oberhausen, Jerman, 20 November 2017. Keduanya akan memperebutkan sabuk juara dunia kelas berat WBA di Oberhausen, Sabtu (25/11/2017). (AFP)

Pulih dari Luka Tembak, Charr Incar Gelar Dunia

JAKARTA (IndependensI.com) – Manuel Charr penah tertembak di bagian perut dan menjalani dua kali operasi pinggul dalam dua tahun terakhir. Begitu pulih, petinju Jerman itu langsung mengincar sabuk juara dunia kelas berat.

Charr akan menghadapi raksasa Rusia, Alexander Ustinov, di Oberhausen, Jerman, Sabtu (25/11/2017) . Keduanya memperebutkan gelar juara dunia kelas berat versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA) yang kini tak bertuan.

Anthony Joshua (Inggris) adalah juara bertahan kelas berat ‘Super’ WBA. Artinya, pertarungan nanti hanya untuk gelar juara dunia sekunder.

“Saya pasti akan menjadi juara dunia. Itu janji saya,” kata Charr dalam jumpa pers pra-pertandingan.

Charr pantas sesumbar karena rekornya yang bagus. Dari 30 kali naik ring, petinju berusia 33 tahun itu hanya empat kali kalah.

Pertarungan Charr yang paling terkenal terjadi pada 2012 ketika dia dihentikan mantan juara dunia WBC, Vitali Klitschko, di ronde keempat. Sejak itu, Charr belum lagi bertinju untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Charr sempat mengalami beberapa masalah yang hampir mengakhiri kariernya. Petinju kelahiran Beirut yang besar di Berlin dan Essen itu bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Pada September 2015, Charr tertembak di bagian perut setelah terlibat dalam pertengkaran di sebuah restoran kebab di Essen.

Hanya sekitar tujuh bulan berselang, Charr kembali naik ring. Bekas luka tembak tampak jelas di perutnya. “Waktu itu saya pernah bilang tidak mau bertinju lagi,” katanya.

Karier Charr kembali mengalami kemunduran setelah kedua pinggulnya dioperasi, awal 2017. “Dokter mendiagnosa saya mengalami congenital hip dysplasia. Masalah itu membuat sendi saya seperti sendi orang berusia 80 tahun,” kata Charr.

Kini kondisinya sudah benar-benar pulih. Satu-satunya yang menghalangi dia dari gelar dunia hanyalah Alexander “The Great” Ustinov. Julukan itu merujuk pada badannya yang besar dan rekor kemenangannya yang fantastis.

Petinju berusia 40 tahun itu membukukan 34 kemenangan, 25 di antaranya dengan KO, dan hanya sekali kalah. Satu-satunya orang yang pernah mengalahkannya adalah Kubrat Pulev (Bulgaria) pada 2012.

Secara fisik, Ustinov lebih unggul atas Charr. Raksasa Rusia itu bertinggi 2,02 meter dengan berat 136 kilogram. Ustinov sekitar 10cm lebih jangkung ketimbang Charr.

Charr menyebut Ustinov sebagai ‘beruang” yang akan diburunya di atas ring.

“Saya tidak kenal takut. Takut itu hanya perasaan dan saya bisa mengendalikannya,” kata Charr yang akan tampil di depan pendukungnya.

“Saya seorang petarung. Saya selalu ada di atas,” ujarnya.

2 comments

  1. I have checked your site and i have found some duplicate content, that’s why you
    don’t rank high in google’s search results, but there is a tool that can help you to create 100% unique content, search for; Boorfe’s tips unlimited content

Comments are closed.