Rekind yang merupakan perusahaan EPC Indonesia sudah 36 tahun membangun hingga berhasil menyelesaikan berbagai proyek pemrosesan gas.

Rekind Pimpin Konsorsium Bangun Fasilitas Pemrosesan Gas di Bojonegoro

JAKARTA (independensi.com) – PT Rekayasa Industri (Rekind) dipercaya memimpin konsorsium untuk mengerjakan proyek berskala internasional yakni pembangunan proyek EPC GPF (Gas Processing Facilities) dalam pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jatim.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Rekind Jakub Tarigan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya yang merupakan perusahaan EPC (Engineering, Procurement, Construction) nasional anak perusahaaan PT Pupuk Indonesia (Persero) telah dipercaya sebagai pelaksana utama pembangunan proyek EPC GPF dalam pengembangan Lapangan JTB.

“Proyek ini dikerjakan bersama dengan JGC Corporation dan JGC Indonesia seperti tertera dalam Kontrak EPCC GPF Jambaran Tiung Biru,” katanya.

JTB merupakan lapangan fasilitas yang dimiliki oleh PT Pertamina EP Cepu untuk memproduksi sales gas yang akan dikirim melewati saluran pipa gas sepanjang 11,5 km ke pembeli (PLN) melalui saluran pipa gas PT Pertamina Gas.

Proyek ini dijadwalkan akan selesai dalam waktu 36 bulan dengan hasil akhir gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru nantinya terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km berdiameter 28 inci.

Proyek yang berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, ini didesain dengan kapasitas “feed” gas sebesar 330 MMSCFD untuk memproduksi 172 MMSCFD Sales Gas.

“Dalam proyek ini Rekind dipercaya untuk menjadi pemimpin konsorsium,” katanya.

Rekind yang merupakan perusahaan EPC Indonesia sudah 36 tahun membangun hingga berhasil menyelesaikan berbagai proyek pemrosesan gas.

Beberapa proyek yang telah dirampungkan di antaranya Fasilitas Produksi Gas Donggi, Regasifikasi Arun LNG, Dayung Compresion & Central Gas Plant, Sumpal Compresion Project, PPGS, CO2 Removal Subang, dan unit-unit pemurnian gas dalam industri pupuk.

Jakub Tarigan mengatakan proyek JTB merupakan salah satu wujud nyata keterlibatan Rekind dalam proyek migas strategis berskala internasional.

“Dalam proyek ini Rekind tidak hanya dituntut untuk mampu memiliki standar kerja yang tinggi dalam hal ketepatan waktu, biaya, kualitas dan safety,” katanya.

Namun, ia menambahkan, perusahaan juga diharapkan mampu menyuguhkan ide-ide inovasi di bidang “engineering” sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemilik proyek, pemerintah, industri, dan masyarakat yang nantinya akan merasakan manfaat dari gas yang dihasilkan.

“Peran nyata Rekind dalam bidang EPC di Indonesia memang diharapkan mampu untuk turut mendukung program pembangunan pemerintah khususnya dalam hal pelaksanaan proyek strategis nasional di bidang Insfrastruktur energi yang menjadi prioritas,” kata Indarto Pamoengkas, Komisaris Utama Rekind.

2 comments

Comments are closed.