Anggota DPD Riau Janji Tuntaskan Kisah Memilukan Petani Miskin Antria Hulu

Loading

 PEKANBARU (IndependensI.com) – Kisah pilu kematian seorang pertani miskin bernama Antria Hulu 16 November 2017 lalu yang diberitakan IndependensI.com yang bertajuk “Hingga Ajal Menjemput, Pengaduan Petani Miskin Ini Tidak Ditanggapi Polisi” telah menjadi viral di media sosial.
Kematian Antria Hulu oleh karena persalinannya tidak ada yang menolong sangat menyedihkan. Antria Hulu meninggal di peladangan–tepatnya di tengah hutan–yang dikelilingi hutan milik sebuah perusahaan besar.
Tidak ada seorang bidan yang berkenan datang karena lokasi tempat tinggal Antria di peladangan atau di tengah hutan PT. Rimba Lazuardi di Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu – Riau. Meski daerah peladangan, tetapi warga marasa tidak nyaman bukan karena binatang buas, tetapi oleh security perusahaan yang mengawasi gerak-gerik setiap orang yang masuk ke arah kawasan tersebut.

Ketika berita itu dimuat di IndependensI.com, para netizen menyampaikan berbagai komentar, Seorang netizen yang bernama Lintong Situmorang mengomentarinya “Halo Bapak Kapolri yang terhormat, tolong kasus Antria Hulu ini diselesaikan Pak, jangan hanya menerima laporan Pak, mohon langsung sidak Pak” komentarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Dewan Perwalikan Daerah (DPD) Riau Ibu Rosti Uli Purba, Sabtu 16 Desember 2017 berjanji akan tuntankan kasus Antria Hulu dan sengketa tanah masyarakat yang ada di Peranap dan sekitannya, yang bermasalah kepada pada perusahaan.

“Saya sudah baca pemberitaan Independensi.com dan saya akan membantu kasus ini dan masalah tanah yang bersengketa itu, aspirasi masyarakat akan disampaikan. Segera dikumpulkan bukti surat-surat tanah supaya ada data, tanggal 22 saya datang ke Pekanbaru” kata ibu Rosti Uli Purba lewat poselnya.

Antria Hulu tetap bertahan di tanah miliknya walau jadwal persalinannya sudah waktunya. Alasan suaminya adalah takut kalau Security PT. Rimba Lazuardi yang terus mengawasi di sekitar lahan milik mereka. Sebab kalau ditinggal sebentar saja langsung tanamannya dicabut dan diobrak-abrik, sehingga mereka harus mengalami kerugian sekaligus ketakutan. Hal semacam intimidasi dan situasi itu sudah terjadi beberapa kali. “Istri saya bertahan walau sudah mau bersalin karena takut tanaman yang ada di dalam kebun dirusak security PT. Rimba Lauardi katanya Sabtu 16 Desember 2017,” kata Ahmad Siregar.

Hingga Ajal Menjemput, Pengaduan Petani Miskin Ini Tidak Ditanggapi Polisi

Bukan saja tanaman dirusak oleh security PT. Rimba Lazuardi, tetapi Antria Hulu semasa hidupnya dikeroyok oleh oknum TNI dan security dan lehernya dibakar, hingga Antria hulu melapor kepihak yang berwajib Polsek Peranap pada tanggal 17 Desember 2016 dengan nomor laporan STPL/92//X11/2016/SPK. Namun laporan Antria Hulu tidak ditanggapi Polsek Peranap ketika Kapolsek dijabat oleh AKP. Anisman. “Setahu saya laporan Antria Hulu kepada Polisi sampai sekarang tidak ditanggapi” kata seorang RT Peladangan Pesajian. (Mangasa Situmorang)