Para pendukung Sebastian Pinera merayakan kemenangan di Santiago usai putaran kedua pemilihan presiden Cile, Minggu (17/12/2017). (AFP)

Pinera Kembali Pimpin Cile

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Mantan presiden Cile, Sebastian Pinera, bakal kembali memimpin negara di Amerika Selatan itu setelah unggul pada putaran kedua pemilihan presien, Minggu (17/12/2017).

Lembaga pemilihan Cile mengatakan Pinera sudah meraih sekitar 55 persen suara dari 92 persen suara yang sudah dihitung. Dengan raihan itu, Pinera tinggal menunggu waktu untuk kembali ke istana. Sebelumnya, miliarder Cile itu pernah menjadi presiden pada 2010-2014.

Pinera meraih 37 persen dukungan pada putaran pertama, 19 November 2017. Meski di bawah perkiraan, dia masih menjadi peraih suara terbanyak. Rival terdekatnya, Alejandro Guiller, maju ke putaran kedua setelah meraih 22 persen suara.

Mantan Wartawan Tantang Mantan Presiden di Pilpres Cile

Pemenangnya akan memimpin negeri penghasil utama tembaga dunia itu selama empat tahun mulai Maret 2018.

“Saya yakin kami akan memenangi pemilihan ini dan memberikan masa yang lebih baik untuk semua rumah tangga Cile,” kata Pinera usai pencoblosan.

Calon presiden Cile, Sebastian Pinera, memperlihatkan surat suaranya pada putaran kedua pemilihan presiden di Santiago, Minggu (17/12/2017).

Pinera adalah salah satu orang terkaya dunia. Majalah Forbes menyebutkan kekayaannya sekitar US$2,7 miliar.

Pinera yakin mampu meningkatkan kesejahteraan Cile. Selama ini, negara itu mengandalkan ekpor tembaga. Meski permintaan dari China meningkat seiring pertumbuhan mobil listrik, Cile mengalami kesulitan ekonomi selama beberapa tahun terakhir.

PDB negara itu diperkirakan hanya naik 1,4 persen tahun ini, terendah dalam delapan tahun terakhir. Tahun depan, kenaikannya diperkirakan 2,8 persen.

Pinera dan Guillier sama-sama menjanjikan perluasan layanan pendidikan dengan menghadirkan semakin banyak universitas gratis. Buat Pinera, janji itu sebenarnya bertolak belakang dengan pernyataan dia sebelumnya bahwa “hal gratis membuat komitmen berkurang”.