Calon presiden Cile, Alejandro Guillier (kiri), dan istrinya, Maria Cristina Farga, melambaikan tangan ke arah pendukungnya usai putaran pertama pemilihan presiden di Santiago, Cile, Minggu (19/11/2017). Guillier maju ke putaran kedua untuk menghadapi mantan presiden, Sebastian Pinera. (AFP)

Mantan Wartawan Tantang Mantan Presiden di Pilpres Cile

JAKARTA (IndependensI.com) – Mantan wartawan televisi, Alejandro Guillier, akan menghadapi mantan presiden, Sebastian Pinera, pada putaran kedua pemilihan presiden Cile bulan depan.

Pinera unggul dengan 36,6 persen setelah lebih dari 90 persen suara putaran pertama dihitung. Guillier menempati urutan dua dengan 22,6 persen.

“Malam ini kita sudah mencapai hasil pemilihan yang bagus dan lebih penting dari segalanya, kita sudah membuka pintu yang bisa membawa kita ke masa yang lebih baik,” kata Pinera di hadapan para pendukungnya di Santiago, Senin (20/11/2017) pagi WIB.

Guillier, calon independen yang didukung Partai Sosialis Presiden Michelle Bachelet, mampu mengungguli calon lain dari sayap kiri, Beatriz Sanchez.

Pinera, miliarder berusia 67 tahun yang pernah memimpin Cile pada 2010-2014, diunggulkan menjadi presiden lagi setelah unggul telak pada putaran pertama. Putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2017.

“Hasilnya amat mirip dengan pilpres 2009 saat kita menang. Kita berhasil membangkitkan dan menjalankan negeri ini,” kata Pinera yang mengampanyekan kebangkitan perekonomian nasional setelah melemahnya pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir.

“Hasil ini benar-benar mengubah kembali wajah politik Cile,” kata Rene Jara, pengamat dari Universitas Santiago, setelah kedua kandidat meraih suara jauh lebih banyak dibanding enam calon lain.

Sanchez, calon dari Partai Frente Amplio yang meraih sekitar satu juta suara, “punya daya negosiasi yang kuat untuk putaran kedua,” kata Jara.

Partainya kemungkinan mendukung Guillier, “karena mereka punya kewajiban untuk tidak membiarkan Pinera berkuasa lagi.”

Pengamat mengatakan Pinera harus menarik dukungan dari sayap kanan untuk menghadapi putaran kedua. Kandidat sayap kanan, Jose Antonio Kast, bakal pegang peran penting setelah meraih 7,9 persen suara.

Bachelet, yang merupakan presiden perempuan pertama Cile, menyempatkan diri berfoto dengan pendukung perempuan sebelum memberikan suaranya di Santiago.

“Rakyat perlu datang ke tempat pemungutan suara karena mereka bisa mengungkapkan apa yang mereka inginkan untuk Cile,” kata Bachelet.