Kenapa Warga Gunung Kidul Masih Banyak Bunuh Diri?

Loading

IndependensI.com – Hari gini kok masih banyak orang bunuh diri? Faktanya memang demikian terjadi di beberapa daerah di negeri ini. Situasi itu juga lah yang terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasakan catatan Kepolisian jumlah korban bunuh diri di Gunung Kidul hingga tahun 2017 ini masih cukup tinggi.

Kepolisian Resor Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah berupaya menekan angka kasus bunuh diri yang masih tinggi di wilayah itu. Namun fakta berkata lain.  Dari internal kepolisian sendiri, melalui Babimkamtibmas di seluruh desa berupaya maksimal melakukan upaya pencegahan.

Pada 2017 ini misalnya, ada sebanyak 34 kasus bunuh diri atau naik satu kasus dibanding 2016 sebanyak 33 kasus.

“Dari jumlah tersebut, kasus mengakhiri hidup dengan cara gantung diri mencapai 29 orang dan masuk sumur satu orang. Kemudian percobaan bunuh diri sebanyak empat kasus,” kata Kapolres Gunung Kidul AKBP Ahmad Fuadi di Gunung Kidul, Kamis (28/12/2017).

Kapolres mengatakan tingginya kasus bunuh diri tersebut hendaknya menjadi perhatian banyak pihak. Ahmad Fuadi mengatakan wilayah Playen paling tinggi yakni enam kasus dengan dua percobaan bunuh diri, kemudian Semin empat kasus, serta Girisubo, Wonosari, Karangmojo, dan Semanu masing-masing tiga kasus. “Di Ponjong, Gedangsari, Purwosari, dan Rongkop tahun ini tidak ada kasus,” katanya.

Ia mengatakan dari sisi psikologis pelaku sebenarnya bisa dideteksi. Hal itu bisa dilihat dari sikap murung dan suka menyendiri. Pemicu bunuh diri beragam, mulai dari sakit menahun hingga persoalan cinta.

“Kalau masyarakat menemukan potensi bunuh diri bisa dilaporkan ke petugas kepolisian maupun Ketua RT,” katanya.

Ahmad mengatakan pihaknya tidak memiliki target tertentu. Terpenting, peran aktif masyarakat untuk melakukan pencegahan harus ada, sehingga ke depan kasus bunuh diri bisa dicegah secara maksimal.

“Peran aktif masyarakat untuk mencegah kasus bunuh diri bisa dilakukan. Kami bekerja sama dengan pemkab, masyarakat, dan siapa saja yang perhatian terhadap masalah tersebut untuk bersama-sama mencegah,” katanya.