Karena Presiden Jokowi, Tiga Remaja Petualang Ini Bisa Menginap di Istana Negara

YOGYAKARTA (IndependensI.com) – Presiden Joko Widodo selalu saja membuat kejutan yang tidak diduga-duga, sehingga masyarakat selalu menunggu-nunggu apa lagi yang akan dilakukan Jokowi. Rasa kagum dan tak percaya itu melingkupi tiga remaja petualang asal Madiun, Jawa Timur. Ketiga perempuan itu bermaksud merayakan malam pergantian tahun atau Tahun Baru di Yogyakarta.

Namun mereka datang dengan gaya bertualang, di mana tidak memesan penginapan, melainkan cukup tidur di masjid saja. Namun keberuntungan itu bisa datang kapan saja dan tidak tanggung tanggung, ketika mereka sedang jalan-jalan di Kota Gudeg ini mereka berkesempatan berfoto bersama dengan Presiden Jokowi. Ketika ditanya Presiden di mana mereka menginap, ketiga remaja ini mengatakan tidur di masjid.

Presiden Joko Widodo lalu meminta tiga remaja tersebut untuk menginap di kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung. Menurut laporan Antara di Yogyakarta pada Senin (1/1/2018) dini hari, ketiga perempuan itu sebelumnya bertemu Presiden dan berfoto bersama di istana pada malam pergantian tahun 2017-2018. Tiga perempuan itu bernama Arinka Alafarin (18) bersekolah di SMAN 5, Nurul Hafsah (18) bersekolah di SMKN 3, dan Bunga (17) sekolah di SMAN 6.

Mereka menumpang bus PO Mira dari Madiun menuju Yogyakarta dan tiba di Kota Pelajar pada sekitar pukul 13.00 WIB. Saat bertemu dengan Presiden dan ditanya daerah asal, Arinka menjelaskan mereka dari Madiun dan berencana bermalam di masjid.

Arinka mengatakan Presiden kaget dan menawarkan kepada mereka bertiga untuk beristirahat di Wisma Negara yang ada di kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta. Usai menyantap kuliner khas Yogyakarta yang disediakan di halaman sisi selatan Gedung Agung, Arinka beserta kawan-kawan keluar dari istana untuk menikmati suasana malam pergantian tahun baru di sekitar tugu nol kilometer Yogyakarta.

Kemudian pada Senin pukul 00.40 WIB, ketiganya kembali ke kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta dan mengisi buku tamu untuk keperluan menginap di Wisma Negara. Arinka menjelaskan pada Minggu (31/12/2017) sore mereka telah menumpang mandi di RS PKU Muhammadiyah yang dekat dengan Gedung Agung. “Kami bilang orang tua ke Yogya. Ngga takut (di perjalanan-red) karena ini pernah ke sini,” ujar Arinka seraya menjelaskan bahwa Hafsah pernah melakukan praktik kerja lapangan di Kota Gudeg.

Selain itu, Arinka mengaku dia dan kawannya tidak membawa pakaian ganti, hanya pakaian yang melekat di tubuh mereka saat itu. Mereka bertiga berencana kembali ke Madiun pada Senin (1/1/2018) siang.

Usai mengisi formulir tamu, staf Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Le Renov mengantarkan mereka bertiga ke salah satu ruangan kamar bernomor 004 di Wisma Negara. Di dalam ruangan bercat putih itu disediakan tiga ranjang serta fasilitas kebutuhan lainnya, seperti makanan dan minuman.

Usai melihat-lihat ruangan, ketiganya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memberikan tempat menginap “tak terduga” di Gedung Agung.

Sebelumnya, Presiden Jokowi beserta putranya Kaesang Pangarep hanya keluar saat sebelum pergantian tahun pada pukul 23.00 WIB untuk menyapa warga yang ramai berkumpul di depan istana hingga ke perempatan dekat titik nol kilometer Yogyakarta dan kembali masuk beristirahat di istana. Sementara itu, pada saat waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB dan tahun berganti 2018, sejumlah masyarakat ramai membunyikan terompet dan membakar kembang api roket di sekitar Malioboro.