SURABAYA (IndependensI) – Calon gubernur dalam Pilgub Jatim 2018 yaitu Ketua Kadin Jatim sekaligus mantan Ketua PSSI yang juga kader partai Gerindra, La Nyalla M Mattaliti gagal maju sebagai cagub. Pasalnya dia menolak membayar uang mahar senilai Rp 150 miliar melalui DPD Gerindra Jatim untuk mendapatkan surat rekomendasi dari DPP Gerindra.
“Saya batal maju. Kalau ada uang Rp150 miliar atau 170 miliar, mending saya mundur daripada kita beli rekomendasi partai, mending kita bangun masjid yang bagus saja, buat ibadah saja. Saya maju sebagai calon gubernur ini untuk ibadah kok, malah dimintai sejumlah uang segitu banyaknya. Artinya saya nanti dididik untuk korupsi dong,” ujarnya, Selasa (9/1/2018).
Lebih lanjut La Nyalla mengatakan, ” Saya juga menyesalkan pernyataan atau permintaan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto yang meminta uang mahar yang cukup besar. La Nyalla menganggap sikap Ketua DPD Gerindra Jatim justru bertolak belakang dengan sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto.
“Pak Prabowo pernah bilang, saya masih ingat betul, kalau ada kader yang punya potensi mau mencalonkan menjadi kepala daerah, Partai Gerindra siap mendukung, yang penting calon tersebut diinginkan rakyat, dan amanah sesuai perintah pak Prabowo, kalau begini caranya kan sama halnya disuruh korupsi ” jelas La Nyalla.
Beredar rekaman di awak media salah satu rekaman telepon dengan Timses La Nyalla, Supriyanto dengan tegas meminta La Nyalla menyediakan uang Rp 170 miliar atau minimal Rp 150 miliar. “Kalau di Jawa Timur gampang bos, sekarang tunjukkan saja uang cash Rp 170 miliar atau minimal 150 miliar ke Jakarta, saya akan antar ke Pak Prabowo. Kalau tidak ada ya susah bos,” ujar Supriyanto dalam salah satu rekaman yang diterima awak media.
La Nyalla membenarkan dan juga mengirimkan video pendek berdurasi 3 detik yang menyindir Ketua DPD Gerindra Jatim, yaitu video nyanyian dan tarian kartun tengkorak dengan lirik “tak punya uang”. (Sigit Wibowo)