Sebuah pohon Nangka yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih masih kokoh tumbuh di Lumban Silintong Sipultak, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara - Sumatera Utara. Foto: Independensi.com/Mangasa Situmorang

Namora Panaluan, Siboru Tambun Mulia dan Pohon Nangka Berumur 500 Tahun

SIPULTAK (Independensi.com) – Sebatang pohon Nangka yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih masih kokoh tumbuh di Lumban Silintong Sipultak, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara – Sumatera Utara

Menurut salah satu tokoh adat di Sipultak Oppung Rico Sihombing, bahwa pohon nangka itu tumbuh di tanah Sipultak yang dahulunya pemiliknya adalah marga Sihombing Lumban Toruan Oppung Sorba.

Adapun silsilah Oppung Binjora adalah sebagai berikut: Sihombing mempunyai 4 Anak yaitu 1.Silaban 2. Lumban Toruan 3. Nababan 4. Hutasoit.

Lumban Toruan memiliki dua anak yaitu Hutagurgur dan Hariara. Hariara mempunyai anak yaitu Namora Muningan. Namora Muningan mempunyai dua anak yaitu Parhudatar dan Namora Pujion. Namora Pujion mempunyai dua anak yaitu Saribu Raja dan Mambir Jalang. Saribu Raja memiliki anak yaitu Oppu Binjori. Oppu Binjori memiliki tiga anak Ama Binjori, Oppu Sorba dan Oppu Bunga.

Oppu Sorba mempunyai anak gadis bernama Si Boru Tambun Mulia Boru Sihombing. Suatu ketika Siboru Tambun Mulia dipersunting seorang duda yang bernama Namora Panaluan bermarga Situmorang Lumban Nahor yaitu istrinya pertamanya adalah Boru Manurung dari Porsea.

Awalnya, Oppu Sorba tidak setuju bahwa Siboru Tambun Mulia dipersunting oleh Namora Panaluan karna alasan Namora Panaluan itu sudah duda, sebab Siboru Tambun Mulia itu gadis cantik bak bidadar yang kecantikannya luar biasa. Siboru Tambun Mulia naksir pada Namora Panaluan karna ketampanan Namora Panaluan dan memiliki segudang ilmu kesaktian.

Wartawan Independensi.com Mangasa Situmorang foto di dekat batang pohon Nangka yang berusia 500 tahun.

Karena tak direstui Oppu Sorba, adiknya Oppu Sorba yaitu Oppu Bunga yang menjadi mediasi pada Oppu sorba hingga ke Perkawinan.

Ketika Perkawinan diadakan,Oppu Sorba menghadiahkan setapak tanahnya, sumur permandian Siboru Tambun Mulia, Manuk-manuk (Pating Ayam) dan Tunggal Panaluan. Itu semua diberi Oppu Sorba kepada anak perembuan kesangannya dan menantunya Namora Panaluan.

Ketika tanah itu diberi oleh Oppu Sorba Sihombing Lumban Toruan,, maka Namora Panaluan menanam Pinasa (Pohon Nangka). Alasan Namora Panluan menanam Nangka adalah, supaya kelak ketirunannya dapat melihat nangka yang ditanamnya dan menikmati buah nangka itu dan menjadi lambang tanah pusaka kepada keturunan Situmorang Lumban Nahjor Namora Panaluan.

Namora Panaluan mengikat sebuah janji kepada Sihombing Lumban Toruan, kelak keturunannya, supaya Sihombing Lumban Toruan tidak mempesulit jikalau keturunannya mencintai boru Sihombing Lumban Toruan kelak dan pihak marga Sihombing Lumban Toruan menyepakatinya dan hingga kini keturunan Namora Panaluan banyak dan dikenal tampan-tampan.

Wartawan Independensi.com telah meihat faakta situs sejarah ini Senin 15 Januari 2018 dan pohon nangka itu tumbuh kokoh dan masih menghasilan buah.

Pohon nangka ini besar pohonnya sebesar tiga kali sebesar drum, batanya sudah berlubang didalam dan masih hidup walau tinggal dari cabang batang.

Namun sangat disayangkan situs Siboru Tambun Mulia sh ini tidak terawat dengan baik, pagar catnya sudah luntur dan perlu perbaikan dar keturunan Siboru Tambun Mulia Sihombing.

Bagi Situmorang Lumban Nahor Namora Panaluan, apakah Anda hendak melihat wajah oppung Siboru Tambun Muliia yang cantik jelita itu? Siboru Tambun Mulia dan Namora Panalan itu ada “roh” nya disana yang penuh kharisma. (Mangasa Situmorang)