Dalam Ajaran Alkitab Boleh Bercerai

IndependensI.com – Apa kabar rencana perceraian Basuki Purnama? Semoga rencana perceraian itu batal dan semoga Ahok yang biasa kita sapa, bahwa antara Ahok-Veronica sudah dimediasi Allah sendiri yaitu Yesus Kristus.

Beredarnya surat tulisan Ahok yang bertuliskan: Jika salahnya lebih 1 x , tergantung. Jenis kesalahan. Adapun ketidakcocokan, sakit, ekonomi, dll, tetap tidak boleh cerai, kecuali berzinah!

Dalam konteks diatas ada sebutan Ahok kecuali berzinah. Yang menjadi pertanyaannya sekarang, apakah kalau seorang istri berzinah layak diceraikan menurut Ahok? Dan menurut tafsiran Alkitab apakah istri berzinah atau suami berzinah layak diceraikan?

Mungkin Ahok mengutip ayat Matius 19:9 “Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah , lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.

Tetapi apakah kita tahu apa tafsiran “kecuali karena zinah” didalam Alkitab? Banyak orang keliru akan apa kata Tuhan Yesus tentang “kecuali karena zinah”. Banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud kecuali karna zinah itu adalah terjadi perselingkuhan, atau memadu cinta yang bukan istrinya yang sah atau suaminya yang sah.

Dalam istilah zinah banyak orang menafsirkannya perbuatan seks kepada yang bukan istri atau suaminya yang sah. Dan itu benar adanya.

Dalam Alkitab ada beberapa jenis yang dimaksud zinah. Ada pula makna lain dari perzinaan yang diperingatkan keras oleh Allah, yaitu perzinaan terhadap hubungan umat Israel dengan Allah. Perzinaan ini dalam bentuk penyembahan akan ilah-ilah atau dewa-dewa lain selain Allah Israel. Keluaran 34:16 “Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi istri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzina dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzina dengan mengikuti allah mereka.”

Maksud yang disebut “kecuali karena zinah” dalam Matius tentulah bukan perlakuan perselingkuhan apa yang dilakukan suami atau istri menjadi dasar alasan untuk bercerai. Jelas, bahwa apa yang dimaksud adalah, pasangan keluarhga Kristen berhak mengajukan gugatan cerai adalah jikalau istri atau suami menyembah allah yang bukan Allah, atau istilahnya terjadi pindah agama, dan dalam pandangan Alkitab boleh diceraikan. Sebab Alkitab berkata menyebutkan pasangan Kristen haruslah hidup dalam satu iman.

Disisi lain dalam Alkitab yang boleh diceraikan adalah: Contohnya laki-laki menikahi perempuan, perempuan itu sudah pernah menrima pemberkatan perkawinan, lalu menikah kembali ini yang layak diceraikan. Dan sebaliknya, jikalau perempuan menikah pada laki-laki, yang ternyata laki-laki itu sudah pernah menerima pemberkatan perkawinan, legal diceraikan jilakau masih salah satu pasangan pernikahan masih hidup salah satu.

Roma 7: 2-3 “Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selagi suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain”.

Tidak Boleh Cerai Apapun Alasannya

Lalu bagaimana, apakah kalau istri atau suami berzinah (perselingkuhan) menjadi dasar untuk bercerai? Jawabannya tidak! Sekalipun ada terjadi melakukan perzinahan salah satu pasangan suami istri yang sah, tidak boleh cerai, namun bukan berarti Alkitab pro dengan perselingkuhan. Perzinahan atau perselingkuhan, tetap dosa dan itu dilarang Allah.

Keluarga Kristen yang terlanjur adanya salah satu penyelewengan atau perselingkuhan, tetap dapat diselamatkan Allah dalam Kristus lewat kematianNya, jikalau kita mau meminta dalam pengampunan dan tidak mengulangi perselingkuhan itu.

Perempuan yang berzinah yang tertangkap basah yang dibawa kehadapan Yesus, Yesus tidak menghakimi perempuan berzinah itu. Ketika perempuan itu menyesali dosanya, dan membasuh kaki Yesus lewat airmatanya, Yesus mengampuni perempuan berzinah itu dan menerima berkat baru “Dosamu telah diampuni”

Lalu bagaimana, Apakah kita menghakimi istri atau suami ketika berzinah menjadi dasar untuk bercerai? Ingat, Allah mempersatukan kita bukan untuk bercerai, tetapi menjadi satu. (Mangasa Situmorang)