The Habibie Center: Pilkada Serentak 2018 Diprediksi Lebih Tenang

Loading

JAKARTA (IndependensI.com)  – Peneliti Senior Kajian Konflik dan Perdamaian The Habibie Center Hasan Anshori  di Jakarta, Kamis, mengatakan pilkada Serentak 2018 yang akan digelar di 171 daerah di Indonesia diproyeksikan relatif damai dengan kemungkinan potensi beberapa letupan kecil, hal tersebut berdasarkan kecenderungan insiden kekerasan dalam pilkada yang menunjukkan penurunan.

“Namun demikian, beberapa provinsi dan kabupaten/kota tertentu harus mendapatkan perhatian khusus,” tambah Hasan.

Provinsi yang perlu perhatian khusus adalah Papua, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Maluku, Maluku Utara, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.

Sementara untuk kabupaten/kota adalah Mimika, Paniai, Jayawijaya, Puncak, Konawe, Timor Tengah Selatan, dan Mamberamo Tengah.

Untuk terciptanya Pilkada Serentak 2018 yang damai, tutur Hasan, diperlukan juga perhatian khusus serta antisipasi preventif terhadap beberapa bentuk kekerasan, seperti perusakan, penganiayaan, demonstrasi anarkis, dan bentrokan.

Selain itu, proses administrasi dan pendaftaran serta pelaksanaan kampanye juga menjadi catatan agar pilkada berjalan damai.

“Pilkada damai juga harus dilakukan dengan memberikan perhatian khusus pada pilkada tingkat kabupaten/kota,” kata Hasan.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal pOL Tito Karnavian merasa yakin Pilkada Serentak 2018 akan berlangsung aman, salah satunya berdasar indikator terjalinnya koalisi antara partai pendukung oposisi dan partai pendukung pemerintah dalam mengusung atau mendukung calon kepala daerah yang sama.