Kondisi jalan di Kota Bekasi yang tidak seimbang dengan pertambahan kendaraan. (ist)

19 Titik Macet di Kota Bekasi

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Pertambahan jumlah kendaraan dengan jalan di Kota Bekasi, sangat tidak sebanding. Saat ini, ditaksir jumlah kendaraan di daerah ini sedikitnya 1,5 juta unit. Sebagian besar sepeda motor.

Salah satu dampak ketidak seimbangan itu, menimbulkan kemacetan lalu lintas. Terlebih saat pagi dan sore hari setiap harinya, kemacetan lalu lintas terjadi dimana-mana. Terparah saat hari Sabtu dan Minggu.

Kemacetan lalu lintas tersebut, sudah menjadi kebiasaan bagi warga Kota Bekasi, kendati terus dikeluhkan.  Pemkot Bekasi mencatat, saat ini setidaknya terdapat 19 titik macet yang sangat parah di wilayah perbatasan DKI Jakarta ini.

Pemkot Bekasi, beberapa waktu lalu, terpaksa menerjunkan anggota Dinas Perhuhungan (Dishub) di perampatan-perampatan jalan. Jadi, pengaruran lalu lintas, tidak hanya oleh jajaran kepolisian.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memprediksi kemacetan akut lalu lintas kendaraan di 19 titik baru  akan selesai  diatasi  pada 2023.

“Data terakhir menyebutkan ada 19 titik kemacetan akut di Kota Bekasi. Beberapa di antaranya sudah kita selesaikan,” katanya di
Bekasi, Senin (28/2/2018) saat peresmian jembatan di atas jalan tol Jakarta-Cikampek Kecamatan Pondokgede.

Titik kemacetan tersebut di antaranya berlokasi di Tol Bekasi Barat, pintu Tol Jatiwaringin, simpang Harapan Indah, simpang
Pondokungu, simpang Alexindo, dan Jalan Raya Caman.

Selanjutnya titik macet yakni Simpang Rumah Sakit Bella Bekasi Timur, Jalan Perjuangan, Jalan Ir H Juanda, simpang Kemang Pratama,
Jalan Siliwangi- Pendawa, simpang Komsen-Jatiasih, putaran Pasar Pondokgede, Superindo- Giant Galaxy, dan Jalan Cut Meutia.

“Mayoritas kemacetan terjadi akibat bottle neck (penyempitan lbadan jalan),” katanya.

Dikatakan, upaya mengurai titik kemacetan itu telah dilakukan pihaknya sejak 2013 hingga 2018, sejumlah titik kemacetan
tersebut saat ini diklaim sebagian telah terurai berkat adanya pembuatan jaringan jalan baru berupa duplikasi jembatan layang, pembangunan jalan alternatif dan perluasan badan jalan.

“Salah satunya yang hari ini sudah saya resmikan yakni Jembatan Layang Jalan Jatiwaringin. Saat ini jembatan tersebut sudah digandakan dengan panjang 112 meter dan lebar 12 meter,” katanya.

Kemacetan di Jalan Raya Jatiwaringin diproyeksikan akan teratasi pascaoperasional jembatan layang ganda yang digarap pihaknya dengan memanfaatkan dana bantuan DKI Jakarta Rp 43 miliar dan APBD 2017 Rp8
miliar.

Lima  tahun ke depan macet bisa habis di Kota Bekasi. Kita juga telah merencanakan pembuatan flyover di Rawapanjang, Bekasi Selatan, Flyover Bojongmenteng dengan anggaran DKI Rp 8 miliar ditambah APBD 2018,” katanya.

Pihaknya juga tengah menyelesaikan persoalan kemacetan di Simpang Kemang Pratama Bekasi Selatan dengan menggandakan jembatan jalan utama
di lokasi itu yang menyeberang Kali Bekasi.

Menurut dia, Pemprov DKI juga telah banyak berkontribusi pada pengentasan kemacetan Kota Bekasi melalui kerja sama kemitraan yang
dibangun sejak 2015. (jonder sihotang)