Bus Transpatriot milik Pemkot Bekasi.(ist)

Tak Memiliki Pool Pemkot Bekasi Titip Bus  di Gudang Swasta

BEKASI (IndependensI.com)- Pemkot Bekasi telah membeli sembilan unit Bus Transpatriot untuk dijadikan sebagai angkutan unum massal. Tapi, hingga kini sejak bus dioperasikan pertengahan Desember 2017, pemerintah setempat tidak memiliki pool tempat menyimpan bus tersebut.

Akhirnya,  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi,  terpaksa menitipkan sembilan unit bus tersebut  di gudang karoseri PT New Armada, Kelapagading, Jakarta Utara.

“Sejak agenda soft launching pada Desember 2017, semua bus Transpatriot kita titipkan di gudang PT New Armada sebagai pihak pengadaan barang,  karena saya tidak mau mengambil risiko terjadinya kehilangan,” kata Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi Solikhin di Bekasi, Rabu (31/1/2018)

Bus Transpatriot itu, sengaja diadakan karena  merupakan gagasan Dinas Perhubungan setempat dalam meminimalisasi dampak kemacetan akibat banyaknya pemanfaatan kendaraan pribadi di wilayah itu.  Sehingga bus jenis 3/4 berkapasitas tampung 41 penumpang itu, diproyeksikan menjadi transportasi massal perdana di Kota Bekasi untuk memindahkan pengendara pribadi ke angkutan umum.

Disebutkan Solikhin, pihaknya sampai saat ini belum memiliki pool yang representatif dengan jaminan keamanan untuk menjaga barang
tersebut selama proses persiapan operasional yang diagendakan ‘mengaspal’ pada 10 Maret 2018.

Keputusan penitipan bus itu dilakukan  mengingat gudang PT New Armada memiliki lahan yang cukup untuk menampung bus yang dibeli Pemkot Bekasi seharga Rp 11 miliar pada 2017.

“Selain itu, mereka adalah pihak karoseri pengadaan barangnya sehingga dari sisi jaminan kemanan lebih terjamin,” katanya.

Diakuinya, manajemen PT New Armada sebenarnya sudah keberatan dengan adanya penitipan bus tersebut, sebab lahan parkir yang digunakan Transpatriot harus diisi kembali dengan unit yang baru.

“Saya sudah diingatkan oleh pihak karoseri agar semua bus kita bisa segera dipindah paling lambat sampai pukul 00.00 WIB malam ini karena mereka punya kebutuhan untuk memarkirkan unit produksi yang lain,” katanya.

Untuk itu pihaknya telah memetakan sebanyak dua titik pool Transpatriot di lokasi yang berbeda, di antaranya lahan parkir Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Ir H Djuanda Bekasi Timur atau di di lahan Prasarana Sarana Umum (PSU) gedung Satpol PP Kota Bekasi yang
baru di Kelurahan Harapanmulya, Bekasi Utara.

Solikhin mengakui, pihaknya telah berkirim surat kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi untuk keperluan pengerasan lahan dengan menggunakan konblok.  “Mudah-mudahan besok seluruh unit Transpatriot sudah bisa kita pindahkan ke pool yang baru di Kota Bekasi,” katanya. (jonder sihotang)