Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. (ist)

Iklim Investasi Terus Dikembangkan di Kota Bekasi

Loading

BEKASI (IndependensI.com) –  Sesuai rencana pembangunan jangka menengah daearah (RPJMD)  Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, tahun 2017 yang lalu, merupakan tahun investasi. Kemdudian, tahun 2018 sebagai tahun kreasi dan pemantapan.

Namum hingga kini,  pemerintah daerah tersebut terus  mengembangkan iklim investasi dan meningkatkan perekonomian. Itu  ditempuh melalui peningkatan kapasitas serta perluasan sektor usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Dilakukan  juga pengembangan industri kreatif. Dan daya tarik investasi dan penciptaan iklim usaha kondusif akan bermuara pada pembentukan lapangan kerja baru juga kesempatan berusaha.

Dalam RPJMD hingga 2018, ditargetkan dapat membuka lowongan pekerjaan 50.000 orang. Dengan demikian terbentuk daya saing perekonomian  dalam laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat.

Penjelasanitu diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu pada acara roadshow West Java Incoporated (WJI) wilayah II Jawa Barat, belum lama ini.

Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinisi Jawa Barat Wiwiek Sisto  memberikan materi pada acara tersebut. Acara  juga dihadiri Perwakilan  Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat, Perwakilan dari Kota dan Kabupaten yang termasuk dalam wilayah II Provinsi Jawa Barat.

Syaikhu mengatakan, daya tarik investasi dan penciptaan iklim usaha kondusif akan bermuara pada pembentukan lapangan kerja baru juga kesempatan berusaha, sehingga terbentuk daya saing perekonomian kita dalam laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat,

Terkait perkembangan investasi, beberapa kesempatan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan, itu terjadi karena terciptanya  keamanan yang konsusif dan kepastian hukum.

Maka, di Kota Bekasi katanya, kondusifitas akan terus ditingkatkan termasuk pelayanan perizinan yang tidak berbelit dan murah. Hal itu juga berkaitan dengan program Pemkot Bekasi sehingga dibentuk satu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Tujuannya mempermudah pelayanan dan peningkatan investasi. (adv/humas/jon)