Ilustrasi

Penyerangan Terhadap Tokoh Agama, Terkait Pilpres 2019?

Independensi.com – Beberapa hari terakhir kita semakin sering menyaksikan berita seputar peristiwa keagamanan. Mulai dari gangguan beribadah hingga penyerangan terhadap tokoh agama. Penyerangan terhadap tokoh agama mirip seperti kejadian tahun 2002 di mana di daerah Jawa Timur terjadi pembunuhan terhadap tokoh-tokoh agama yang pelakunya disinyalir berkedok dukun santet.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama di daerah tapal kuda seperti Banyuwangi. Kejadian itu dilakukan terstruktur dan menjadi heboh, sehingga benar-benar masyarakat resah.

Pelakunya adalah dukun santet. Kondisi yang hampir serupa juga terjadi beberapa hari terakhir, di Tanah Air. Mulai dari penyerangan terhadap tokoh agama di Jawa Barat, lalu di Jawa Timur, Banten dan daerah lainnya. Pelakunya adalah “orang gila”. Kecuali yang di DI Yogyakarta, pelakunya diduga memiliki jaringan dengan teroris.

Karena pelakunya orang gila, maka sulit mencari motifnya melakukan penyerangan terhadap tokoh agama tersebut. Pertanyaannya: orang gila kok bisa memilih sasaran yang tepat yakni melakukan penyerangan terhadap tokoh agama. Bukan menyerang masyarakat biasa, tetapi tokoh-tokoh agama?

Sejauh ini aparat keamanan memang sudah berupaya keras untuk mengungkap dan mencegah terjadinya kasus seperti itu berulang. Namun dari beberapa kejadian tersebut telah membuat keresahan di masyarakat. Banyak tokoh agama yang merasa terganggu dengan peristiwa tersebut.

Secara nalar sehat rasanya tidak mungkin kasus penyerangan yang dilakukan “Orang Gila” itu terjadi secara sporadis dan korbannya semua tokoh agama. Masyarakat sebenarnya sudah pintar dan tahu ada pihak yang “bermain” terkait politik. Karenanya, aparat keamanan harus kerja keras untuk mengantisipasi jangan sampai masyarakat terprovokasi dengan serangan orang gila tersebut.

Pihak keamanan harus mampu mencegah dan meredam kasus tersebut, termasuk pemanfaaan isu agama dikemas pihak tertentu dalam menciptakan instabilitas di dalam negeri. Indikasi itu sudah  terlihat dalam berbagai peristiwa di sejumlah daerah beberapa waktu terakhir.

Apalagi sekarang merupakan tahun politik di mana banyak pihak memiliki kepentingan tertentu. Persis sepeti tahun 2002, di mana pemilu akan berlangsung tahun 2004, sehingga ada saja pihak yang memanfaatkan isu keamanan di dalam negeri maka dibutuhkan pemimpin yang kuat dan memiliki latar belakang tertentu.

Kejadian sekarang ini juga kurang lebih sama, karena Pilpres akan berlangsung tahun 2019. Ada pihak yang sudah bernafsu untuk berkuasa. Berambisi itu sah-sah saja. tetapi harus lewat cara-cara benar, mematuhi rambu-rambu yang benar, profesional dan sesuai demokrasi Pancasila.

Kita berharap tidak ada muncul penguasa yang tampil dengan menghalalkan secara cara, termasuk mengorbankan rakyat demi kekuasaan. Masyarakat harus waspada dan tidak mudah percaya dengan slogan-slogan kosong yang disampaikan pihak tertentu demi mendapatkan kekuasaan.

Karena itu, kita menyambut baik seruan para tokoh agama agar umat tidak mudah terprovokasi. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alalallah dalam seruannya meminta umat Islam tak terprovokasi dengan adanya serangkaian peristiwa terkait keagamaan yang terjadi di sejumlah daerah beberapa akhir ini.

“Semua harus tetap tenang, tak terprovokasi, tapi tetap waspada dan tidak perlu mengambil tindakan sendiri,”kata Hasan Mutawakkil di Surabaya, Selasa (20/2/2018) mencermati peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama. Kehidupan masyarakat di Jatim antaragama telah berjalan baik dan harmonis sehingga diharapkan tak ada yang terpancing provokasi dalam bentuk apapun.

Sebagaimana diberitakan, serangkaian peristiwa tentang keagamaan di Jatim terjadi beruntun, mulai penyerangan Masjid Baitur Rohim di Tuban pada Selasa (13/2/2018), kemudian penyerangan terhadap Kiai Hakam selaku pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, pada Minggu (18/2/2018). Peristiwa lainnya adalah dugaan teror oleh orang tak dikenal kepada pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Senin (19/2/2018) malam.

Pihaknya berharap aparat kepolisian bersungguh-sungguh mengusut tuntas seluruh kasus yang terjadi di Jatim akhir-akhir ini dan mengungkap motifnya. “Semua kami serahkan ke kepolisian selaku aparat paling berwenang untuk mengungkapnya, termasuk menyelidiki apakah kriminal murni atau ada gerakan terencana dari pihak tak bertanggung jawab,” tegasnya.

Polisi dan NU, kata dia, mempunyai visi dan tujuan sama yakni menciptakan rasa aman dan tertib di tengah masyarakat dalam mewujudkan NKRI berdasarkan Pancasila. Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut menyampaikan, sebagai umat beragama di tengah banyaknya informasi dan opini, diharapkan kembali pada tuntunan agama.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Independensi.com, peristiwa penyerangan terhadap tokoh agama itu sangat kental muatan politiknya. Kejadian itu untuk menciptakan keresahan di masyarakat, sehingga pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 faktor keamanan ini menjadi “jualan” untuk memenangkan pertarungan. Politik menghalalkan segala cara untuk berkuasa itu patut diwaspadai, indikasinya sangat kuat.

Karena itu, kita berharap aparat keamanan dapat segera mengungkap siapa aktor dibalik pemanfaatan “Orang Gila” untuk menyerang tokoh agama, tokoh masyarakat tersebut. Isu orang gila menyerang tokoh agama itu akan sangat berbahaya kalau tidak segera di redam.

Padahal, namanya orang gila, maka tidak mungkin memilih semua sasaran orang yang tepat yakni Tokoh Agama.  Berarti, pelakunya bukan orang gila, melainkan hanya pura-pura gila atau dibayar supaya pura-pura gila untuk menciptakan ketakukan atau teror di masyarakat, oleh oknum  yang “gila kekuasaan”. Semoga Tidak.

 

6 comments

  1. Hi! I realize this is sort of off-topic however I had to ask.
    Does running a well-established website such as yours take a lot of work?
    I am brand new to blogging however I do write in my diary
    everyday. I’d like to start a blog so I will be able
    to share my personal experience and feelings online.
    Please let me know if you have any suggestions or tips for new aspiring blog owners.

    Thankyou!

Comments are closed.