Suasana pertandingan Pelita Jaya melawan Pacific Caesar pada laga lanjutan IBL Pertalite 2017-2018 di GOR Bima Sakti, Malang, Jumat (23/2). (Istimewa)

Pelita Jaya Tetap Konsisten

JAKARTA (IndependensI.com) – Meski sudah memastikan tiket semifinal sebagai juara Divisi Putih, tim basket Pelita Jaya (PJ) Jakarta  tetap serius di seri delapan IBL Pertalite 2017/2018. Juara bertahan ini menudukkan Pacific Caesar 76-51 di GOR Bima Sakti Malang, Jumat (23/2).

“Kita harus tetap bermain pada level PJ. Terpenting adalah bagaimana cara dan karakter kita bermain,” kata pelatih Pelita Jaya, Johannis Winar. Ahang, sapaannya, menilai pasukannya masih memiliki kekurangan saat gim melawan Pacific. “Anak anak masih terlalu longgar dalam defense. Lawan bisa melakukan 18 rebound,” kata Ahang.

Selain itu turn over PJ juga masih tinggi. “18 kali turn over masih terlalu banyak,” keluhnya. Chester J. Giles mencetak double double dengan catatan sepuluh angka dan 17 rebound. Wayne Bradford menyumbang 20 angka. Xaverius Prawiro menambah 12 angka dan Amin Prihantono mengemas sepuluh poin.

Di kubu Pacific David Seagers mengemas 17 angka, Nuke Saputra mencetak 16 angka dan Anton Waters melesakkan 11 poin. “Tim kami sangat tidak bagus malam ini. Organisasi defense kami jelek terutama dari sisi big man,” kata Kencana Wukir, pelatih Pacific. Banyak angka lawan dihasilkan dari paint area. Hal senada diakui Nuke.

“Tim kami buruk. Saya sendiri kurang fokus du kuarter awal juga kuarter akhir,” aku Nuke. Kiki, sapaan Wukir, menyebut di seri Malang ini dia sengaja mencoba pola dan strategi yang akan ditampilkan saat play off nanti. Kendati demikian dia berharap pasukannya bisa tampil lebih baik dalam laga tersisa babak reguler IBL.