Maman-Jefry Rangsang Masyarakat Berpolitik Secara Suka Rela

MAJALENGKA (Independensi.com) –Sekitar dua ratus orang ambil bagian dalam lomba mancing yang digelar relawan ‘Remaja”, di kolam pemancingan Cigasong, Jalan Maja – Cigasong, Majalengka. “Kami nggak menyangka respon warga ternyata luar biasa, peserta membludak,” ujar Desyana, Korwil “Remaja” Cigasong, Senin (26/2/2018).

Menurut Ketua “Remaja” Sulthan Saddam, membludaknya peserta lomba mincing ini merupakan bukti masyarakat mulai melakukan politik parsipatif. “Mereka berpartisipasi dalam aktifitas politik tanpa dimobilisasi, tanpa melihat uang. Tapi karena inisiatif sendiri.” ujarnya.

Sulthan melihat pasangan Maman – Jefry mampu ‘memancing’ masyarakat terlibat dalam kegiatan politik secara suka rela. “Saya lihat ada yang menyumbang kerudung , kaos dan sarung. Ada juga yang membangun posko pemenangan secara swadaya,” kata dia.

Sedianya kandidat Bupati Majalengka , Maman Imanulhaq, akan ikut nimbrung memancing bersama warga. Namun Kang Maman urung datang karena ibundanya, Hj Lalih Halimah meninggal dunia.

Kabar batalnya kedatangan Kang Maman membuat sebagian peserta kecewa. Namun kekecewaan itu terobati dengan kehadiran calon wakil bupati, Jefry Romndony atau akrab disapa Kang Jefry. Para peserta menyambut hangat Politisi partai Gerindra itu.

Kepada para peserta, Kang Jefry berjanji akan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi ikan di Majalengka, jika kelak dirinya dipercaya memimpin Majalengka.

“Tentu kami akan melibtakan para petani ikan,” katanya di hadapan dua ratusan peserta mancing di kolam pemancingan Cigasong, Jalan Maja –Cigasong, Majalengka.

Menurut Kang Jerry, permintaan ikan di Majalengka cukup besar. Namun selama ini para petani ikan lokal belum bisa maksimal mengambil keuntungan dari itu. “Pasar ikan didominasi pemain dari luar Majalengka,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Ketika lomba mancing berakhir, Kang Jefry spontan meminta warga yang hadir mecebur ke kolam, ikut lomba menagkap ikan. Maka, dalam guyuran hujan, puluhan orang adu cepat menangkap ikan diiringi tawa dan sorak sorai penonton di pinggir kolam. (Putra Fernando)