Foto bertanggal 3 Maret 2018 ini memperlihatkan Mauricio Pellegrino di pinggir lapangan saat Southampton menghadapi Stoke City di Stadion St Mary, Southampton. (AFP)

Southampton Pecat Pellegrino

JAKARTA (IndependensI.com) – Southampton memecat Mauricio Pellegrino, Senin (12/3/2018). Pelatih asal Argentina itu di-PHK saat Liga Inggris musim ini tinggal menyisakan delapan pertandingan lagi.

Pellegrino pindah ke St Mary dengan kontrak tiga tahun pada Juni 2017. Tapi laki-laki berusia 46 tahun itu gagal mempertahankan posisinya setelah Southampton hanya satu tingkat dan satu poin di atas zona degradasi.

“Klub akan menunjuk tim pelatih baru secepat mungkin. Saat ini proses pencarian tengah berlangsung,” kata pernyataan klub itu di laman resminya.

Pellegrino tidak dipecat sendirian. Asisten pelatih Carlos Compagnucci dan Xavier Tamarit juga dipersilakan pergi bersama mantan pelatih Alaves itu.

Manajemen klub kecewa dengan kinerja “the Saints” yang hanya sekali menang dari 17 pertandingan terakhirnya di Liga Inggris. Kekalahan 0-3 dari Newcastle United – sesama tim yang terancam degradasi – akhir pekan lalu, membuka pintu keluar untuk Pellegrino. Rangkaian hasil buruk ini membuat Newcastle terancam degradasi untuk pertama kalinya sejak 2012.

Southampton berhasil menembus perempat final Piala FA bersama Pellegrino. Mereka kemungkinan tanpa pelatih saat melawat Wigan Athletic pada pertandingan delapan besar, Minggu (18/3/2018).

Southampton membidik hasil lebih baik musim ini setelah tiga musim berturut-turut masuk delapan besar Liga Inggris. Sayangnya, proyeksi itu mustahil tercapai.

Pelatih asal Prancis, Claude Puel, dipecat setelah membawa tim ini ke peringkat delapan Premier League dan final Piala Liga Inggris, musim lalu. Tapi Puel kemudian pindah ke Leicester City.

Southampton, yang menjual bek tengah Virgil van Dijk dengan nilai fantastis 75 juta pound pada Januari 2018, mengalami kelemahan di lini belakang. Pada 10 pertandingan Liga Inggris terakhir, mereka kemasukan 19 gol.

Lemahnya daya serang Southampton menjadi masalah terbesar mereka sepanjang musim ini. Pemain tersuburnya, Charlie Austin, baru mempersembahkan enam gol di semua kompetisi.