Mentan Amran Sulaiman ketika melantik sejumlah pejabat eselon II di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (19/3/2018). (Ist)

Lantik Eselon Dua, Mentan Ingatkan Jabatan Itu Hanya Sementara

JAKARTA (Independensi.com) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa jabatan itu hanya untuk sementara sehingga berbagai aktivitas apapun yang dilakukan adalah bertujuan untuk beriman dan bermanfaat bagi sesama.

“Jabatan ini semua hanya sementara. Apa yang kami lakukan di Kementerian Pertanian adalah untuk pertanian, untuk umat, untuk bangsa,” kata Amran Sulaiman ketika melantik sejumlah pejabat eselon II di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Dalam acara pelantikan tersebut, Amran juga menyampaikan kabar duka bahwa ada salah satu pejabat yang seharusnya dilantik ternyata telah meninggal dunia pada Minggu (18/3/2018).

Pejabat yang telah wafat itu adalah Agus Sunarya, yang sebelumnya direncanakan bakal dilantik menjadi Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Amran mengaku kaget mendengar berita duka tersebut karena sebelumnya juga sempat melakukan aktivitas berolahraga bersama. Setelah mendengar itu, dia langsung ke rumah duka.

Di Auditorium Kementan tersebut, Mentan juga memberikan penghargaan atas jasa bakti Agus Sunarya yang diterima oleh perwakilan keluarga almarhum.

Menurut Mentan, hikmah dari peristiwa nahas tersebut adalah bahwa setiap orang di jajaran Kementan harus meyakini bahwa jabatan, ajal, jodoh dan nasib itu terletak di tangan Allah.

“Garis tangan itu Allah yang mengatur, kita hanya berusaha, sehingga jangan ada yang saling iri dengan pengangkatan seseorang,” tuturnya.

Amran juga mengingatkan bahwa tujuan seseorang hidup itu adaah untuk beriman dan bermanfaat bagi sesama manusia.

Dia mencontohkan takdir hidupnya yang sebelumnya sama sekali tidak bermimpi menjadi menteri, ternyata dipilih untuk memimpin Kementerian Pertanian.

“Selama di sini saya niatkan untuk ibadah karena setiap saat bisa meninggalkan dunia ini,” ujarnya.

Mentan juga mengingatkan bahwa tidak ada yang sempurna kecuali Allah, sehingga diharapkan dirinya juga dapat diingatkan bila melakukan kesalahan. (ant/eff)