Peter Butler: Butuh Waktu Enam Bulan Menjadikan Persipura Tim Tangguh

Loading

JAYAPURA (Independensi.com) – Persipura butuh waktu selama 3 – 6 bulan untuk dapat memadukan seluruh skuad pemain yakni antara pemain muda, pemain senior di liga utama serta ada juga pemain yang jarang diturunkan bermain oleh pelatih sebelumnya.

Hal itu dikatakan Pelatih Persipura Peter James Butler menjawab pertanyaan wartawan Independensi.com, usai laga perdana Persipura vs Persela di Stadion Mandala Jayapura, Sabtu (24/3/2018).

Selain itu juga, khusus pemain muda harus selalu diberikan kesempatan untuk turun bermain pada pertandingan mendatang. Agar nantinya mereka tidak nervous saat bermain. “Pasti kita akan bermain bagus bila mereka selalu diturunkan (pemain muda-red). Saya rasa 3 bulan dan saat 6 bulan pasti kita menjadi lebih kuat. Tetapi saya minta kita harus memberikan waktu kepada pemain muda,”katanya.

Akan tetapi menurutnya tidaklah menjadi masalah. “Ini sepakbola dan saya membangun banyak tim dan ini tidak ada masalah,”imbuhnya.

Secara keseluruhan di laga perdana ini, dirinya bersyukur timnya meraih  tiga poin. Akan tetapi dari segi penampilan harus dimengerti bahwa tim yang diasuhnya itu banyak merekrut para pemain baru, paska ditinggal 8 orang pemain intinya yang hengkang ke klub lain.

“Pemain muda Ronaldo dan Gunansar. Kevin ada masalah dengan kepala. Akan tetapi saya rasa kita bermain bagus sekali di babak pertama. Babak kedua jelek sekali hilang fokus, hilang disiplin. Pemain lebih bermain secara individual dan hilang rencana skema permainan yang telah kami susun. Jadi terpaksa saya harus mengeluarkan beberapa pemain saat babak kedua,”tuturnya seraya menambahkan di babak kedua para pemain bermain tidak sesuai instruksi yang diberikannya.

Lanjutnya selama 90 menit jalannya pertandingan, anak asuhannya punya banyak kesempatan, namun gagal dimanfaatkan. Menurutnya di laga perdana ini lebih kepada laga rekonstruksi guna menyusun skema pemain yang lebih solid lagi.

“Pemain kami banyak yang masih muda dan kiper kami Dede tidak bermain dalam waktu lama. Saya tidak tau berapa kali Dede diturunkan bermain sebelumnya. Pemain yang ada degradasi yang dulu main untuk super liga. Untuk itu kita harus kerja keras dan mungkin di musim awal penampilan Mutiara Hitam seperti roller coaster (naik turun-red),”akunya.

Sedangkan menyoal sektor sayap, menurutnya di babak pertama tidak ada masalah. Dirinya senang dengan penampilan Hilton Moreira bisa bermain lepas. Walaupun di 15 – 20 awal agak kurang maksimal. Tetapi menjadi lebih baik pada menit selanjutnya.

“Kita ada masalah di lini depan. Tetapi saya puji penampilan Boaz dilini depan. Kalau dia terus dengan performance seperti ini saya yakin Boaz akan menjadi pemain terbaik di liga ini,”akunya lagi.

Dibabak kedua ada masalah, David Kevin Rato Rumakiek harus keluar dan diganti dengan Boaz Atururi (mantan pemain Perseru Serui-red) yang tidak bermain dalam waktu cukup lama.

Sebagai pelatih, untuk membangun Persipura  dirinya harus mencampur semua pemain antara muda, pemain jarang diturunkan pada musim super liga lalu. Namun disisi lain dirinya bersyukur masih ada pemain senior yang menurutnya berkualitas seperti Ian Kabes dan Yohanes Tjoe, Boaz Sallosa, Ricardo, M Tahir. “Jika dalam pertandingan perdana ini kami dikritik tidak tampil maksimal. Saya akui itu,”ujarnya.

Sementara itu kiper utama Persipura Dede Sulaiman, mengakui dilaga ini merupakan pertandingan pertama buat dirinya. “Sudah sejak lama saya tidak pernah main. Tetapi Alhamduhillah saya bersyukur kami bisa menang. Saya cuma berpikir kita dapat bermain baik. Saya minta seluruh masyarakat bantu kami dalam doa. Agar penampilan kami di musim ini dapat tampil baik,”harap Dede. (Odeodata h Julia)