foto istimewa

Perum Jamkrindo Jalin Kerjasama Dengan REI Dalam Penjaminan Pembiayaan

JAKARTA (IndependensI.com)  – Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menjalin kerja sama dengan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) di bidang penjaminan pembiayaan sebagai solusi bagi pengembang kecil dan menengah yang selama ini mengalami kesulitan pembiayaan untuk merealisasikan program sejuta rumah.

“Melalui kerja sama ini kami berharap anggota REI dapat lebih mudah mengakes sumber pembiayaan dari lembaga keuangan bank maupun non bank,” kata Direktur Utama Perum Jamkrindo, Randi Anto di Jakarta, Sabtu.

Kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MOU) antara Direktur Utama Jamkrindo dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI, Soelaeman Soemawinata yang dilaksanakan di Hotel Veranda Jakarta.

Acara ini juga dihadiri Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo Amin Mas’udi, Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Sulis Usdoko, Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida.

Randi Anto mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu solusi kongkrit membangun sinergi BUMN dengan swasta dalam mendukung program nasional sejuta rumah, dimana saat ini, masih terdapat kendala dari para pengembang dalam mengakses sumber pembiayaan.

Dengan hadirnya Perum Jamkrindo maka anggota REI dapat memanfaatkan produk Penjaminan baik Cash Loan maupun Non Cash Loan untuk penyelesaian proyek-proyek yang dikerjakan Anggota REI maupun untuk pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dipasarkan oleh anggota REI.

“Kesepahaman ini sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang layak untuk dibiayai namun belum bankable untuk mengembangkan usahanya. Produk Penjaminan Perum Jamkrindo dapat memenuhi semua kebutuhan penjaminan dalam mengembangkan sektor properti bersubsidi maupun non subsidi, tutur Randi.

Melalui kerjasama ini, Randi Anto mengatakan, menjadi solusi bagi anggota REI yang berskala Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) untuk memiliki akses pembiayaan kepada perbankan dalam rangka pembangunan perumahan khususnya program perumahan bagi masyarakat diseluruh wilayah Indonesia.

“Dengan kerjasama yang saling menguntungkan akan menghilangkan keraguan dari para kreditur untuk menyalurkan pembiayaan kepada para pengembang anggota REI yang membutuhkan pembiayaan karena ada jaminan dari Perum Jamkrindo,” kata Randi.

Sektor UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap perekonomian cukup besar mencapai 61.41 persen, akan tetapi ironisnya hanya 22 persen yang memiliki akses kredit ke perbankan sisanya belum Bankable.

Dijelaskan, pengembang anggota REI bisa memanfaatkan beragamnya produk penjaminan yang ditawarkan Perum Jamkrindo diantaranya yakni Penjaminan Kredit Modal Kerja Konstruksi, Penjaminan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Penjaminan SCF (Supply Chain Financing), Penjaminan/Kontra Bank Garansi (BG) dan Surety Bond.

Melalui kerjasama ini Perum Jamkrindo melakukan proses penjaminan sesuai dengan ketentuan penjaminan yang berlaku terhadap pengajuan kredit oleh Anggota REI atas rekomendasi dan seleksi yang telah dilakukan REI.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata sebelumnya mengatakan kerjasama ini positif dan diharapkan dapat membantu pengembang yang berskala UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan juga memberikan keyakinan bagi pengembang untuk memberikan kredit karena adanya jaminan dari Perum Jamkrindo.

Menurut dia, upaya menyiapkan akses-akses pembiayaan kepada Anggota REI khususnya UMKM yang membangun rumah bersubsidi di daerah-daerah merupakan salah satu program strategis kepengurusan REI saat ini.

Dengan jumlah anggota sebanyak 4.500 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 3.500 perusahaan diantaranya merupakan pengembang rumah menengah bawah diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas penjaminan Perum Jamkrindo sehingga akses pembiayaan tidak lagi menjadi masalah dan target pembangunan rumah bisa tercapai, katanya.

Selama tahun 2017, Perum Jamkrindo berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 1,02 triliun meningkat dari tahun sebelumnya Rp 941,4 miliar. Demikian juga aset perusahaan tumbuh dari Rp 13,4 triliun pada 2016 menjadi Rp 14,6 triliun pada 2017.

Perum Jamkrindo juga meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangan tahun 2017, berdasarkan hasil audit oleh Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK) member of TIAG yang dilansir pada akhir Februari 2018.

Dalam hal penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Perum Jamkrindo dibawah Direktur Utama Randi Anto meraih predikat dengan kualifikasi sangat baik dan berdasarkan sertifikasi PEFINDO (Credit Rating Agency berperingkat AA Plus (Double A Plus, Stable Outlook).

Tahun 2018 ini, Perum Jamkrindo terus berbenah dengan mengedepankan efisiensi dan efektifitas dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin besar dan menuntut kesiapan dari semua unsur di dalam perusahaan untuk lebih baik dalam melaksanakan bisnis, tanpa meninggalkan core competency di sektor UMKMK.

Perum Jamkrindo untuk layann didukung 9 kantor wilayah dan 1 kantor Cabang Khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP).

Beberapa produk penjaminan kredit Perum Jamkrindo antara lain Penjaminan Kredit Usaha Rakyat, Kredit Mikro, Kredit Umum, Kredit Multiguna, Kredit Distribusi Barang, KPR (FLPP), Kredit kendaraan Bermotor, juga penjaminan Surety Bond.

Jamkrindo juga memberikan layanan penjaminan Custom Bond, Bank Garansi/Kontra Garansi, Supply Chain Financing dan penjaminan Fintech Lending.

Perum Jamkrindo merupakan satu-satunya perusahaan penjaminan pertama dan terbesar. Disamping itu mendapat amanat oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor I tahun 2016 sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang(ant/wasito)