Kelompok Usaha Bersama Tirta Gempita DIY berhasil menciptakan Pupuk Cair Organik. (Humas Kementerian Pertanian)

TIRTA Gempita, Pemuda Harus Rebut Kesempatan Bekerja di Sektor Pertanian

BANTUL, YOGYAKARTA (Independensi.com) – “Pemuda harus kembali rebut kesempatan bekerja di sektor pertanian yang sangat menjanjikan. Ini amanah Presiden Jokowi,” ujar Kornas Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Andi Anugerah Wijaya, Selasa (24/4/2018).

“KUB (Kelompok Usaha Bersama) akan jadi wadah belajar dan bekerja pemuda, dimana pertanian kita dapat dioptimalkan berkat pemuda dari hulu hingga hilirnya,” ujarnya menambahkan.

Program regenerasi petani yang diluncurkan Mentan Amran melalui Gernas Gempita memang telah berbuah manis. Sekelompok pemuda yang tergabung dalam KUB berhasil menciptakan inovasi pupuk organik yang tidak tanggung-tanggung. Pemakaian inovasi kelompok pemuda tersebut berhasil mendongkrak produksi petani hingga 60 persen.

Jajaran Koordinator Gerakan Nasional Gempita secara khusus meninjau pusat pengolahan dan produksi KUB Tirta Gempita di Desa Giritirto. Kec Purwosari Gunung Kidul Yogyakarta, Minggu (22/4/2018).

Semakin maraknya para petani menggunakan pupuk kimia pengusir hama mengundang keprihatinan. Untuk itu, Kelompok Usaha Bersama Pertanian disingkat KUB mencoba berinovasi dengan menciptakan pupuk cair organik berkualitas tinggi yang mampu meningkatkan hasil produksi para petani.

Salah satu kepedulian tersebut muncul dari Kelompok Usaha Bersama Tirta Gempita DIY yang bernaung di bawah Gerakan Pemuda Tani (GEMPITA).

“KUB ini berhasil menciptakan Pupuk Cair Organik yang sangat ampuh mengusir hama dan memaksimalkan hasil produksi panen para petani”.

Menurut Ketua KUB Tirta Gempita DIY Sunardi, KUB berjuang untuk meningkatkan peran pemuda/petani muda dalam mendukung program prioritas Kementerian Pertanian dan menumbuhkan kelembagaan ekonomi yang dikelola pemuda/petani muda dalam rangka membangun daya saing dan posisi tawar dengan pelaku usaha lain.

“Terkait hal itu KUB kami fokus untuk pengembangan Pupuk Organik sebagai karya yang kami akan persembahkan buat pelaku pertanian/pemuda tani seluruh Indonesia agar hasil panen yang diharapkan para petani lebih memuaskan,” tutur Sunardi.

Sunardi melanjutkan salah satu bukti menakjubkan dari pupuk cair organik ini adalah kemampuan menumbuhkan tembakau secara subur diatas media batu. Selain itu penggunaan pupuk organik juga bisa meningkatkan hasil panen yang cukup membanggakan.

“Untuk Gunung Kidul saja hasil panen petani meningkat hingga 60 persen setelah beralih menggunakan pupuk organik produksi KUB Tirta Gempita tersebut,” beber Sunardi.

“Pupuk cair ini juga mampu menghemat biaya produksi, karena selain sebagai pupuk, pupuk cair bisa digunakan sebagai bahan aktif untuk mempercepat pembuatan kompos atau pupuk kandang yang bekerja dalam proses pembusukan dan pematangan,” tambahnya.

Kornas Gempita Andi Anugerah Wijaya yang mengunjungi pusat kegiatan produksi KUB Tirta Gempita menyebutkan inovasi ini bukti kehadiran pemuda yang akan berdampak positif dalam menjawab persoalan yang ada di petani.

Anugerah menegaskan KUB sebagai kelembagaan tani bagi pemuda untuk memberikan layanan cepat dan cikal bakal terbentuknya korporasi petani di setiap kecamatan.