LPS: Jumlah Rekening Nasabah ‘Tajir’ Turun

JAKARTA (Independensi.com) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening nasabah tajir atau bersaldo di atas Rp2 miliar turun dari 250,55 ribu rekening pada Februari 2018 menjadi 249,7 ribu rekening. Kendati demikian, total simpanannya naik 1,63 persen dari Rp3.024,77 triliun menjadi Rp3.074,21 triliun.

Sekretaris LPS Samsu Adi Nugrono menyebut total simpanan di bank umum per Maret 2018 baik sebesar 0,88 persen dari Rp5.334 triliun di Februari 2018 menjadi Rp5.381 triliun. Adapun total nilai simpanan yang dijamin per Maret 2018 mencapai Rp2.806,44 triliun atau sekitar 52,15 persen dari total seluruh simpanan Rp5.381,24 triliun.

“Total simpanan rekening per Maret mencapai 252,59 juta rekening, naik dari bulan sebelumnya 1,72 juta rekening dari 250,87 juta rekening,” ujar Samsu dalam keterangan resmi, Kamis (3/5).

Kenaikan jumlah rekening terutama disebabkan oleh bertambahnya rekening bersaldo di bawah Rp2 miliar. Jumlah rekeningnya meningkat sebesar 0,69 persen secara bulanan yaitu dari 250,62 juta rekening menjadi 252,34 juta rekening.

“Sementara itu, jumlah nominal simpanannya (dengan nilai saldo sampai dengan Rp2 miliar) sedikit turun sebesar 0,11 persen dari Rp2.309,68 triliun menjadi Rp2.307,03 triliun di akhir Maret 2018,” terang dia.

Dilihat dari jenis simpanan, jenis simpanan yang jumlah rekeningnya mengalami kenaikan paling tinggi adalah deposito. Tercatat, jumlah rekening deposito naik 0,91 persen dari 4,05 juta rekening di Februari 2018, menjadi 4,09 juta rekening di Maret 2018.

Selain itu, deposit on call juga mengalami kenaikan nominal tertinggi dibandingkan jenis simpanan lain, yaitu 36,64 persen, dari Rp63,58 triliun di Februari 2018 menjadi Rp86,88 triliun.

Berdasarkan jenis valuta, jumlah rekening dan nominal simpanan dalam rupiah meningkat. Tercatat, jumlah rekening simpanan dalam rupiah mencapai 251,59 juta rekening per akhir Maret 2018 atau naik 0,69 persen dibandingkan Februari.

Sebaliknya, untuk rekening dalam nominal valuta asing (valas), jumlah rekeningnya menurun 0,29 persen, dimana per Februari 2018 jumlahnya 1,01 juta rekening menjadi 1 juta rekening di Maret 2018.

Dilihat dari nominalnya, simpanan dalam rupiah naik 0,97 persen, dari Rp4.599,40 triliun pada Februari 2018 menjadi Rp4.644,12 triliun. Untuk simpanan dalam valas, jumlahnya meningkat 0,28 persen dari Rp735,05 triliun menjadi Rp737,12 triliun.

Sebagai informasi, bank umum peserta penjaminan per Februari 2018 berjumlah 115 bank. Terdiri dari 102 bank umum konvensional dan 13 bank umum syariah. Bank umum konvensional, terdiri dari empat Bank Pemerintah, 25 Bank Pemerintah Daerah, 64 Bank Umum Swasta Nasional dan sembilan Kantor Cabang Bank Asing. (Berbagai sumber/cnnindonesia/eff)