foto istimewa

Kementerian KKP Jamin Ketersediaan Stok Ikan Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri

JAKARTA (IndependensI.com) – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin ketersediaan stok produksi hasil perikanan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah atau tahun 2018. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Rifky Effendi Hardijanto hari Minggu,(03/06/2018), mengatakan  dalam dua bulan ini produksi ikan sudah 2,4 juta ton.

Menurut  Dirjen PSDKP Rifky Effendi Hardijanto, jumlah tersebut dinilai sudah mencukupi untuk kebutuhan bagi  lebaran di Nusantara.

Sementara  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan stok ikan di sejumlah daerah telah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dari bulan Ramadhan hingga masa Lebaran 2018.

“Kami ingin pastikan bahwa stok ikan konsumsi bisa mencukupi kebutuhan dan tentunya memastikan harga stabil sesuai daya beli masyarakat,” kata Slamet Soebjakto.

Menurut Slamet, selama berinteraksi langsung dengan pedagang ikan, memang ada kenaikan harga pada kisaran Rp2.000 sampai dengan Rp3.000 per kilogram khusus untuk ikan laut.

Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan pengakuan pedagang, kenaikan tersebut masih wajar dan bisa terjangkau.

“Stabilisasi pangan berbasis ikan, utamanya sepanjang Ramadhan, menjadi mutlak, oleh karenanya monitoring secara rutin harus dilakukan untuk memastikan sistem logistik berjalan efektif,” kata Slamet.

Selain itu, dengan melakukan pemantauan secara berkala tersebut juga dia menilai bakal mendapatkan gambaran untuk bagaimana melakukan intervensi saat kondisi pasar fluktuatif.

Ditempat lain Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch Moh Abdi Suhufan mengutarakan harapannya agar pemerintah mempercepat pembangunan industri perikanan nasional agar dapat benar-benar memanfaatkan stok kelautan dan perikanan yang berlebih setelah pemberantasan aktivitas pencurian ikan di perairan Nusantara.

“Keberhasilan (pemberantasan pencurian ikan) ini perlu diikuti oleh rencana dan strategi pengelolaan perikanan melalui pembangunan industri perikanan,” kata Abdi.

Menurut dia, pembangunan industri perikanan nasional diprediksi akan menyerap 3,8 juta penduduk Indonesia yang bekerja dari industri perikanan dari hulu ke hilir.

Abdi mengingatkan bahwa momentum meningkanya stok ikan di laut Indonesia dan menurunnya kapal ikan asing ilegal perlu dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempercepat pembangunan industri perikanan nasional.

“Sejauh ini masih sedikit program nyata dari kementerian dan lembaga untuk merealisasikan Perpres No 3/2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional,” pungkasnya.