Simona Halep. (Istimewa)

Simona Halep: Saya Lelah dan Lapar

Loading

PARIS (IndependensI.com) – Petenis Rumania, Simona Halep akhirnya berhasil menuai debut gelar juara Grand Slam sepanjang karirnya. Dia harus mengeluarkan ekstra tenaga dan stamina untuk menundukkan petenis Amerika Serikat (AS), Stephens Sloane 3-6, 6-4, 6-1 di babak final French Open 2018 di lapangan tenis legendaris Roland Garros, Paris, Prancis, Sabtu (9/6/2018).

Penantian panjang dan kerja keras yang dilakukan Halep untuk menuai gelar juara, dibarengi pula dengan sukses dirinya sebagai petenis putri nomor satu dunia pekan mendatang. Petenis berusia 26 tahun ini hanya mampu berucap, “Saya lelah dan lapar. Saya belum makan sejak pagi.” Halep tak lagi makan berat sejak 12 jam sebelum bertanding pada Sabtu malam. Sungguh merupakan perjuangan yang tidak mudah untuk menahan lapar dan kelelahan yang amat sangat bertanding di final.

Selain sebagai petenis nomor satu. Halep akhirnya berhasil menuai sukses setelah tiga kali tampil di babak final turnamen Grand Slam. Baginya, meraih gelar juara sekaligus menjadi nomor satu merupakan kesempurnaan yang tiada tara. “Saya rasa yang menjadi hal terpenting adalah, ketika anda menjadi juara tanpa menyandang prestasi sebagai petenis nomor satu dunia, bukanlah sebagai petenis nomor satu sesungguhnya. Sekarang saya mencapainya. Ini menjadi sangat spesial dan saya berhasil menyatukan keduanya secara nyata,” imbuh Halep saat jumpa pers usai bertanding.

Sementara itu pelatih Halep, Darren Cahill mengakui, asuhannya cukup mengalami banyak kemajuan dalam 12 bulan terakhir. “Simona semakin dewasa dan penuh percaya diri. Mental bertandingnya terbentuk menyusul kekalahan dan kemenangan yang sudah diraihnya. Dia bekerja sangat keras dan akhirnya menuai sukses,” ujar Cahill. Lebih jauh Cahill mengakui, dirinya berupaya meningkatkan fisik dan teknis serta mental tanding asuhannya secara maksimal. Sukses mencatat gelar juara grand slam sekaligus petenis nomor satu adalah gelar Slam yang takkan terlupakan bagi asuhannya itu.

“Setiap petenis pasti berusaha untuk mewujudkan prestasi Slam. Tahun lalu, saya sudah membicarakan hal ini bersama Simona, tetapi dia selalu menolak untuk menargetkan. Dia hanya berusaha untuk mewujudkan melalui persiapan yang matang dan berupaya untuk tidak membuat mentalnya tertekan oleh target itu. Terbukti selama bermain malam itu, Simona bermain lebih rileks dan mengatasi segala tekanan yang diberikan lawan,” imbuh Cahill.

Usai mencatat sukses ini, tak ada lagi pertanyaan yang merudung Halep di kancah tenis dunia. Petenis berpostur 168 cm ini punya prestasi bergengsi yang tidak semua petenis mampu meraihnya. Halep sendiri sebelumnya mencatat dua kali gagal final French Open 2014 dan 2017 serta di babak final Australian Open 2018 bulan Januari lalu. “Saya tidak punya target apapun ke depan. Saya hanya ingin menikmatinya semua dan kita lihat saja di ke depannya. Paling tidak, kemenangan ini akan meningkatkan motivasi untuk bisa meraih sukses yang lebih baik untuk karirku,” ujar Halep. Demikian berita dikutip dari Reuters.