Pasar murah telur
Pasar murah telur. (foto istimewa)

Warga Solo Serbu Pasar Murah

JAKARTA (IndependensI.com) – Pasar murah telur yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Solo di Pasar Gede diserbu ratusan warga.

Mereka rela antre untuk mendapatkan telur dengan harga Rp20.500/kg. Pasar murah digelar bersama Perusda Pedaringan dan pemasok telur. Pasar murah rencananya digelar sepekan mendatang, dan setiap hari disediakan 600 kg telur.

“Harga telur saat ini mahal, jadi pasar murah itu sangat membantu,” kata Warinem,65, salah satu warga yang membeli telur saat pasar murah di Pasar Gede, Jumat (20/7/2018).

Mumpung harga telur ada yang lebih murah, dirinya langsung beli. Ketika harga telur mahal dan sempat menyentuh Rp27.000/kg, jumlah konsumsi terpaksa dikurangi. Bahkan ada warga yang menghentikan konsumsi telur dan beralih ke lauk pauk lainnya. “Ketika harga mulai mahal, saya mulai jarang beli telur. Gantinya beli tempe untuk lauk pauk sehari hari,” kata Untari (35), warga lainnya. Ketika ada pasar murah dengan harga telur lebih murah, dirinya membeli dua kilogram.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengemukakan, pasar murah sebagai upaya pemerintah untuk menekan harga. Diakuinya, kenaikan harga cukup dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Di antaranya dengan mengurangi jumlah konsumsi. Setelah digelar sepekan, nanti akan dievaluasi dan bisa digelar lagi. “Agar dapat merata, jumlah pembelian dibatasi maksimal dua kilogram,” kata Rudy.

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo M Taufik Amrozy mengatakan, pihaknya menggelar operasi pasar telur guna meredam gejolak harga yang mencapai Rp26.000/kg dalam sepekan terakhir. Pasar murah digelar sepekan di Pasar gede dan Pasar Legi.

Sementara, hasil koordinasi dengan berbagai pihak terkait, stok telur ayam ras lebih dari cukup untuk memenuhi di wilayah eks Karisidenan Surakarta. “Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ucapnya.(BM/ist)