Pengurus Rumah Baca Lembah Sibayak (RBLS), relawan dan warga usai melakukan aksi bersih-bersih mengumpulkan sampah di lembah Gunung Sibayak pada Sabtu (15/9/2018) lalu.

Aksi Bersih Bersih di Kawasan Wisata Lembah Gunung Sibayak

KARO (IndependensI.com) – Keindahan obyek wisata Gunung Sibayak di Kabupaten Karo menjadi daya tarik yang selalu memikat para wisatawan untuk datang kembali. Wisata alam gunung  ini merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyenangi nuansa alami.

Namun ramainya pengunjung  di kawasan obyek wisata Gunung Sibayak, termasuk lembah Sibayak  tidak diimbangi dengan kedisiplinan para pengunjung, terutama menyangkut kebersihan. Kawasan wisata ini tampak jorok dan seperti tidak terawat, sehingga merusak pemandangan mata maupun merusak lingkungan. Padahal, setiap kawasan wisata alam harus menjaga keunikan, kelestarian, dan keindahannya.

Harus diakui, semakin banyak kunjungan wisatawan, maka aktivitas di kawasan tersebut juga meningkat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan, akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Tapi sayangnya tidak diikuti dengan kedisiplinan para pengunjung maupun para pedagang. Hal itu terbukti  deengan sampah yang bertebaran di mana-mana.

Sampah juga telah menjadi masalah yang serius bagi Indonesia saat sekarang ini. Karena alasan tersebut pemerintah mencanangkan Indonesia bebas dari sampah pada tahun 2020 mendatang. Program tersebut tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan masyarakatpun harus berperan aktif untuk mencapai hal tersebut.

Lembah Gunung Sibayak merupakan lokasi pariwisata favorit bagi masyarakat Sumatera Utara, geliat wisata ini tentunya menjadi sumber ekonomi bagi sebagian masyarakat di sana. Namun sayangnya tingginya kunjungan ke lokasi ini juga berdampak negatif terhadap kebersihan tempat ini. Pengunjung banyak meninggalkan sampah sepanjang jalan di Lembah Sibayak, sehingga tempat ini terlihat seperti kumuh.

Momentum World Clean up Day atau Hari Bersih sampah se-dunia dimanfaatkan oleh Rumah Baca Lembah Sibayak (RBLS) untuk melakukan aksi bersih sampah di tempat dimana mereka berdomisili. Bekerjasama dengan masyarakat dan beberapa komunitas dari Medan, melakukan aksi gotong royong pada hari Sabtu ( 15/9/2018) di dua Desa yakni Desa Doulu dan Semangat Gunung mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB. kegiatan aksi bersih tersebut dilakukan untuk membangun inisiatif dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan di lembah ini.

Arie selaku volunteer leader  RBLS menjelaskan  kegiatan ini merupakan kegiatan kampanye global yang dilakukan dengan aksi langsung membersihkan sampah plastik di seluruh dunia, tak kurang 150 negara dan 13 juta relawan ikut dalam aksi pada hari Sabtu 15 September 2018, kemarin.

Di Indonesia sendiri kegiatan ini dilakukan di 34 provinsi dengan puluhan kota dan desa. Sementara itu, di Sumatra Utara kegiatan ini juga dilakukan di berbagai titik. Di Kabupaten Karo sendiri  ada aksi serupa dilakukan di puncak Gunung Sibayak dan di lembah Sibayak”, tambahnya.

Aksi ini RBLS mampu memfasilitasi 16 orang relawan. Dalam aksi yang hanya selama 3 jam ini relawan berhasil mengumpulkan 300 kg sampah sepanjang 1 km jalanan di sekitaran lembah Sibayak. Karena kita sadar di negara luar masyarakat tidak lagi menjadikan sampah sebagai masalah, namun sampah disana telah menjadi sumber ekonomi baru, energi listrik, rumah , perahu dan lainnya. Tentunya ke depan masyarakat kita juga bisa memanfaatkan sampah menjadi hal hal yang lebih bermanfaat jelas Arie kepada Independensi.com.

Ditambahkan Herwandi Surbakti, salah seorang relawan yang merupakan masyarakat setempat yang terlibat dalam aksi ini menjelaskan ” kegiatan seperti ini tentunya harus digalakkan dan dilakukan secara berkesinambungan.  Jika tidak, maka lembah Sibayak ini akan menjadi kotor dan kumuh.

Apa yang dilakukan oleh RBLS  dengan inisiatif seperti ini tentunya patut dicontoh dan diapresiasi. Kenapa demikian, karena teman – teman tidak hanya peduli pada literasi baca dan tulis, namun mereka juga mengajarkan dengan langsung melakukan aksi. “Saat sekarang ini kita tidak cukup hanya dengan niat baik, niat baik tentunya harus diimplementasikan dengan aksi yang baik pula,” kata Herwandi.

Herwandi  mengatakan aksi tersebut seharusnya mampu menggugah kita semua, bahwa masalah sampah bukan hanya masalah pemerintah semata, melainkan masalah bersama yang harus kita mulai dari diri kita sendiri yaitu tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan Aksi bersih bersih tersebut juga di apresiasi oleh Hotman Berahmana selaku Kabid Kebersihan Pemkab Karo, yang mengatakan kegiatan tersebut sangat bagus dan kami dukung penuh. Ini yang kita harapkan dari masyarakat, yaitu bersama sama bergandeng tangan menjadikan Tanah Karo ini  bersih.  “Kami siap turun kapan saja bila dibutuhkan dan memfasilitasi yang bisa kami fasilitasi. Tetap semangat buat RBLS, relawan dan masyarakat di lembah Sibayak untuk mendukung kebersihan Tanah Karo, terutama di kawasan obyek wisata,”kata Hotman saat di konfirmasi Independensi.com.
(Daris Kaban)