Kemegahan dan kemeriahan pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/10/2018). (INAPGOC)

Asian Para Games 2018: Ajang Olahraga Difabel Asia Dimulai

JAKARTA (IndependensI.com) – Bolehkah para penyandang disabilitas menjalankan hak serta kewajiban seperti warga negara lainnya dalam hal membela negara? Jawabannya seperti tertuang dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 3 yang berbunyi, “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.” Artinya, setiap warganegara tanpa dibatasi gender, usia, suku bangsa, agama, ras, golongan di masyarakat hingga penyandang disabilitas tentunya, berhak dan wajib membela negara.

Bukan hanya dalam saat peperangan, tapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta berprestasi dalam sendi-sendi kehidupan, demi Merah Putih. Kesetaraan inilah yang hendak diwujudkan, mengingat semangat mereka berbalutkan Merah Putih , walau memiliki keterbatasan fisik dan mental.

Kesetaran yang diinginkan oleh atlet-atlet difabel untuk membela negara melalui olahraga, kerap ditunjukkan melalui prestasi nasional hingga internasional. Hanya saja, prestasi itu bagi kebanyakan orang hanya dipandang sebelah mata. Entah karena minimnya pemberitaan media massa atau perhelatan untuk atlet difabel yang sangat jarang digelar, menambah ketidaktahuan masyarakat atas prestasi mereka.

Para atlet difabel ingin diakui prestasinya. Mereka enggan dikasihani, bahkan ingin menghilangkan stigma negatif yang kerap disematkan pada para penyandang disabilitas. Setelah sukses menggelar Asian Games 2018, pemerintah langsung mempersiapkan diri menyelenggarakan pesta olahraga bagi penyandang disabilitas Asia atau Asian Para Games 2018. Ajang ini memainkan 18 abang olahraga dan dilaksanakan pada 6-13 Oktober di Jakarta.

Tidak seperti Asian Games yang pelaksanaannya untuk yang kedua kalinya di Indonesia, Asian Para Games 2018 adalah kali pertama digelar di Indonesia. Ajang ini jadi cukup bergengsi mengingat para atlet penyandang disabilitas pun memiliki kemampuan dan keterampilan layaknya atlet nondisabilitas, yang diakui dunia internasional. Perhelatan ini adalah kali ketiga digelar untuk kawasan Asia. Kehadirannya diharapkan bisa meriah mengikuti jejak Asian Games 2018 yang digelar pada 18 Agustus hingga 2 September lalu.

Niatannya ada sebuah kesetaraan prestasi, kesempatan dan pengakuan atas keberadaan hingga prestasi olahraga yang dicatat para atlet difabel Merah Putih. Mereka ingin mengumandangkan lagu Indonesia Raya mengiringi berkibarnya Merah Putih melalui tuaian medali emas. Kesiapan fisik, mental tanding dan peralatan pendukung sudah maksimal. Tinggal turun bertanding dan merebut sukses prestasi. Diharapkan dukungan seluruh rakyat Indonesia secara maksimal agar memicu semangat atlet Para Games Indonesia meraih prestasi puncak sekaligus mengikuti kesuksesan Kontingen Indonesia yang secara mengejutkan menembus peringkat 4 pada Asian Games 2018.

Sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan menjadi target yang layak untuk diwujudkan. Perhelatan ini diharapkan menjadi bagian menginspirasi banyak pihak serta mendorong semangat paralympian mencetak prestasi terbaik yang pernah ada. Ayo dukung atlet para games Indonesia di Asian Para Games 2018.