Luhut Bakal Bereskan Sengketa Kilang Batam

JAKARTA (independensi.com) – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bersiap mengambil langkah untuk menyelesaikan terkait sengketa pembangunan kilang di Pulau Janda Berhias, Batam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai bertemu dengan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di kantor Kemenko Kemaritiman, Jumat (19/10/2018).

“Kami ingin selesaikan permasalahan yang ada di Pulau Janda Berhias, karena ada investasi kilang beberapa miliar dolar AS di situ,” kata Luhut.

Sebelumnya, pada 2013 terdapat sengketa antara duet perusahaan joint venture Sinomart KTS Development Limited (Sinomart) yang merupakan anak usaha perusahaan migas China, Sinopec Group, dengan PT Mas Capital Trust (MCT)

Keduanya berselisih soal kontraktor depo minyak dengan nilai investasi US$805 juta setara lebih dari Rp 10 triliun yang bakal dikelola oleh perusahaan patungan mereka, PT West Point Terminal.

Dalam sengketa tersebut, PT MCT dikabarkan akan mengajukan gugatan terhadap Sinomart di Badan Arbitrase Internasional. “Kami ingin menyelesaikan sengketa tersebut karena sudah 6 tahun, supaya investasinya bisa jalan,” kata Luhut.