FIK UI di tenda pengungsian korban bencana Palu.

FIK UI dan IPKJI Konsisten Pulihkan Palu

JAKARTA (IndependensI.com) – Bertolak pada Senin dini hari (22/10/2018) dari Bandara Soekarno Hatta, tim Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) peduli yang dimotori oleh pakar keperawatan kesehatan jiwa, Prof Budi Ana Keliat, bersama dengan tim Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) menuju ke Palu dalam rangka memberikan dukungan psikososial kepada para korban terdampak gempa.

Kegiatan FIK UI Peduli ini merupakan salah satu aksi kepedulian UI Peduli untuk menjawab dan merespon bencana alam yang menimpa saudara kita di Palu. FIK UI sendiri dalam aksi kali ini merupakan aksi yang kedua, setelah sebelumnya telah memberangkatkan relawan dalam fase emergency. Berbeda dari aksi sebelumnya, FIK UI peduli kali ini mengusung pentingnya upaya meningkatkan kesehatan jiwa dan psikososial masyarakat Palu mengingat para pengungsi sudah memasuki 30 hari pascagempa.

Tidak dimungkiri, menginjak hitungan bulan, para korban terdampak yang berhasil selamat akan mengalami perubahan psikologis, sosial, dan bahkan fisik. Hal tersebut diperparah dengan adanya proses kehilangan sanak saudara akibat bencana tersebut. Permasalahan inilah yang menjadi fokus utama tim FIK UI Peduli.

[metaslider id=”44939″]

Sepanjang kegiatan, Prof Budi Ana Keliat selalu menekankan kepada para relawan yang terlibat dalam kegiatan ini untuk selalu menyuarakan jargon “boleh tinggal pengungsian, asal tetap sehat”. Beliau mengatakan bahwa permasalahan psikososial sangat mungkin dialami oleh para penyintas. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bentuk kegiatan yang bersifat sederhana dan bisa dilakukan kapanpun oleh penyintas, aktivitas inilah yang kita ajarkan kepada mereka.

Selama dua hari memberikan aktivitas yang terangkung dalam Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS), Tim FIK UI peduli yang terdiri atas empat orang personil berhasil menjangkau beberapa titik pengungsian, yaitu Petobo, Biromaru, Panao, Balaroa, Kalongga, yang tersebar di tiga wilayah terdampak (Palu, Kab. Sigi, dan Kab. Donggala). Tercatat sebanyak 378 warga korban terdampak bencana lintas usia turut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh FIK UI Peduli.

Dalam pelaksanaannya, tim FIK UI Peduli bersama IPKJI mengajak relawan lokal yang berasal dari IPKJI Sulawesi Tengah, perawat jiwa RSU Madani, dan mahasiswa keperawatan Poltekkes Palu untuk bersama memberikan DKJPS kepada para penyintas. Setidaknya terdapat 25 orang relawan terbagi dalam lima tim yang terlibat dalam dua hari tersebut dan berkomitmen untuk terus melanjutkan DKJPS di waktu ke depan.

Kegiatan DKJPS sendiri terbagi dalam dua pola kegiatan, yaitu pada pola pertama semua peserta (para warga di pengungsian) akan dikumpulkan bersama untuk menyimak beberapa terapi aktivitas dari narasumber dilanjutkan terapi aktivitas berdasarkan kelompok usia. Dalam terapi aktivitas kelompok besar, penyintas diajarkan beberapa teknik yang bertujuan untuk mengurangi tekanan stress, baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.

“Senang sekali ikut kegiatan ini, karena kami (orang dewasa) diperlakukan layaknya orang dewasa, tidaklah disuruh main permainan anak-anak,” kata salah seorang peserta dewasa.

Seorang remaja juga turut menuturkan bahwa kehadiran relawan yang mampu menjadi teman bercerita cukup efektif dalam meningkatkan semangatnya untuk menghadapi hari ke depan.