Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, H. Sirod Zudin (berdiri paling kanan berkaos merah) saat menghadiri PORDA Jabar XIII di Kabupaten Bogor pada 2-11 Oktober 2018 lalu. (Foto: Dokumentasi)

Sirod Zudin: Saya Harus Taat Peraturan

JAKARTA (IndependensI.com) – Saya harus taat peraturan. Demikian pernyataan H Sirod Zudin, Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, yang namanya santer dibicarakan oleh banyak pihak untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum PB PGI Periode 2018-2022 pada Munas PGI 29-30 November 2018 di Surabaya.

“Tugas dan tanggungjawab saya sebagai Ketua Pengprov PGI Jawa Barat sudah sangat berat dan menyita waktu sehari-hari saya,” katanya.

Lebih jauh Kang Sirod – sapaan akrabnya – sebagai Ketua Pengprov tugas dia tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Harus all out untuk memajukan olahraga golf di Jawa Barat yang pada gilirannya harus berkontribusi secara signifikan kepada pergolfan nasional.

Permintaan agar Kang Sirod maju datang dari komunitas golf yang duduk di dalam kepengurusan klub, pengkot, pengkab dan pengprov di seluruh Indonesia, untuk menggantikan Murdaya Po yang telah habis masa baktinya sebagai Ketua Umum PB PGI Periode I 2014-2018.

Seperti diketahui masa bakti Murdaya Po telah berakhir pada Juli lalu.Tapi, karena Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games XVIII 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang, maka KONI Pusat memperpanjang kepengurusan tersebut hingga pesta olahraga multi event empat tahun sekali di Benua Asia itu berakhir pada September 2018 lalu.

“Untuk menjadi pengurus harus memiliki banyak waktu – apalagi di era seperti saat ini… Dan, jujur saja, yang saya urus tidak hanya golf saja, tapi ada hal lain juga yang berkaitan dengan kehidupan saya sebagai kepala rumah tangga,” ujarnya.

Meskipun begitu bukan berarti bahwa masalah keluarga menjadi penghalang bagi Kang Sirod untuk terlibat lebih jauh dalam menggerakkan kegiatan pembinaan olahraga golf terutama dan khususnya di Jawa Barat.

Dan, harus diakui komitmen Kang Sirod memang tidak perlu diragukan lagi.Dia adalah salah satu dari sekian banyak anggota komunitas golf di Jawa Barat yang namanya sering disebut dalam dinamika pergolfan nasional sejak PB PGI dipimpin oleh almarhum pak Domo, sampai sekarang.

Totalitasnya, seperti dia bilang, tidak setengah-setengah.Hasilnya, diakui atau tidak, memang real. Dan, siapa sih di negeri ini yang tidak mengenal Naraajie Enerald Ramadhan Putra, Kevin Caesario Akbar dan Ribka Vania? Ketiga pegolf asal Jawa Barat ini adalah bagian dari bagaimana sinergi antara pengprov, pengkab, pengkot dan klub golf di Jawa Barat berjalan dengan baik dan benar.

“Yang atlet itu klub dan klub-klub tersebut bernaung di bawah pengkot dan atau pengkab… Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus seiring sejalan.Kemudian, bagaimana atlet-atlet tersebut berkembang ke level yang lebih tinggi adalah menjadi tugas saya selaku Ketua Pengprov,” paparnya. “Alhamdullilah… karena para pengurus golf di Jawa Barat tidak berjalan sendiri-sendiri, hasilnya dapat dirasakan oleh semua pihak termasuk PB PGI,” tambah Kang Sirod.

Sebagai regulator golf di tingkat provinsi, beberapa kali Pengprov PGI Jawa Barat dan Olympic Golf Club menjalin kerjasama menyelenggarakan turnamen bertaraf nasional, regional dan internasional bertajuk Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) yang sangat fenomenal itu.

Karena pencapaian prestasi seperti yang telah dipaparkan di atas itulah maka menjadi sangat wajar apabila banyak pihak yang menghendaki Kang Sirod maju sebagai bakal calon Ketua Umum PB PGI Periode 2018-2022.

Namun dengan tegas dia menolak. “Selain saya harus mentaati ketentuan yang telah ditetapkan bahwa pengurus tidak boleh rangkap jabatan, saya juga masih harus menyelesaikan proyek yang saya kerjakan,” kata Kang Sirod saat ditemui IndependensI.com di sela-sela keikutsertanya dalam event 17th Blue Tee Amateur Open 2018 yang berlangsung di Sentul Highland Golf Club pada 7 November 2018 lalu, tanpa menyebutkan proyek apa yang sedang dikerjakannya.

Tapi, ketika didesak mengenai adanya kandidat lain yang akan berkontestasi dalam pemilihan Ketua Umum PB PGI pada 29-30 November mendatang di Surabaya, Kang Sirod menyebut dua orang yang berinisial masing-masing HP dan NS.

Ketika independensi.com mohon agar Kang Sirod menyebutkan jati diri dua orang yang berinisial HP dan NS tersebut, sambil tersenyum Ketua Pengprov PGI Jawa Barat itu berkata: “Nanti rekan-rekan wartawan juga akan tahu… Jadi, tunggu tanggal mainnya.”

Yang jelas, menurut Kang Sirod, kalau pada Munas PGI nanti ketua umumnya terpilih secara aklamasi, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi proses perjalanan pergolfan nasional di kemudian hari.