Freddy Gondowibowo menerima foto diri dari Blue Tee Golf Club yang diserahkan oleh Ketua Umum-nya, Agus Salim.

Hadiah Kopi untuk Papi

JAKARTA (IndependensI.com) – Tahun ini Freddy Gondowibowo – salah satu penggagas event Olympic Jabar Amateur Open (OJAO) yang mendapat apresiasi positif dari World Amateur Golf Ranking (WAGR), karena empat tahun berturut-turut menyelenggarakan OJAO – genap berusia 77 tahun. Tepatnya pada 12 November 2018 lalu.

Dalam rangka HUT Papi – demikian komunitas golf menyebut namanya – digelar Birthday Golf Party yang berlangsung di Pondok Indah Golf Club.

Sebanyak 138 pegolf, dua flight di antaranya ladies golfer, meramaikan event tersebut. Mereka berasal dari beberapa perkumpulan golf seperti, Blue Tee, 98-89 Golf Club, Twin, Lawyer Golf Club, Olympic dan Siaga Golf Club Tour dari Sydney, Australia.

Meski dibayang-bayangi cuaca Jakarta yang belakangan ini mulai diguyur hujan, Birthday Golf Party berakhir tepat waktu. Dalam event yang berbasis enjoy the games tersebut, Wawan Setiawan, pegolf berhandicap 4, berhasil merebut gelar Best Gross Overall dengan skor 74 pukulan, dan disusul Bambang Agung, pegolf berhandicap 15, yang merebut gelar Best Nett Overall dengan skor 69 pukulan.

Sementara Best Nett 1 dan 2 Flight A masing-masing direbut M.Rudwan, dengan skor 70 pukulan handicap 8, dan Ditya Arsyad dengan skor 70 pukulan handicap 5.

Best Nett  Flight B masing-masing direbut Zakirudin dengan skor 71 pukulan handicap 17, dan Buddy Mangundap – juga dengan 71 pukulan handicap 17.

Untuk kategori keterampilan, Nearest to The Pin dimenangkan Egi Gautama dengan jarak 276 sentimeter, dan Nearest to the Line dimenangkan oleh Buddy Mangundap dengan jarak 15 sentimeter.

Suasana Birthday Golf Party berlangsung sangat meriah terutama saat acara yang dipandu Johana — MC sekaligus penyanyi — memasuki segmen bagi-bagi hadiah atau Lucky Draw dan Grand Lucky Draw berupa speda motor, dengan permainan KIM yang dibawakan Uda Ferry yang khusus didatangkan dari Padang, Sumatera Barat.

Begitu meriahnya acara tersebut sehingga Papi mohon kepada independensi.com kalau ingin ngobrol-ngobrol mengenai Birthday Golf Party bisa di lain waktu.

Dan, seperti yang dijanjikan, Sabtu (17/11) siang kemarin independensi.com menyambangi kediaman Papi di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.

Pria berusia 77 tahun kelahiran Cirebon yang masih tampak gagah dan sigap itu bercerita panjang lebar mengenai Birthday Golf Party, yang membuat dia terharu. “Lhahh … gimana saya tidak terharu,” katanya.

“Asal mas Toto tahu… Hadiah yang dibagikan kepada para tamu undangan dalam perminan KIM, termasuk Grand Lucky Draw berupa motor, itu semuanya sumbangan dari teman-teman golfer. Dan, siapa yang menyumbang, saya tidak tahu siapa nama mereka,” tambahnya.

“Tidak hanya untuk pernainan KIM. Untuk hadiah hole in one berupa sebuah mobil dan uang sebesar Rp 150 Juta, pun saya tidak tahu siapa yang menyumbang… Bahkan ketika permainan KIM sedang berlangsung setengah jalan, masih datang sumbangan berupa televisi entah dari siapa…”

Lebih jauh Papi mengungkapkan bahwa ada juga seorang golfer yang menyumbang sebuah bingkisan yang oleh Papi dikira sumbangan tersebut untuk hadiah permain KIM. “Bukan… bukan… hadiah dari saya ini bukan untuk hadiah permainan KIM… Hadiah ini khusus buat Papi,” kata Freddy Gondowibowo menirukan ucapan si pemberi hadiah.

Ketika hadiah tersebut dibuka keesokan harinya, ternyata berisi kopi. “Si pemberi hadiah rupanya tahu kalau saya ini penikmat kopi,” ujar Papi sambil terkekeh.

Ketika teman-teman golfer dari Sydney, Australia, bertandang ke rumah Papi, mereka disuguhi sedugan kopi tersebut. “Papi… ini kopi beli di mana? Enak sekali rasanya?!” ungkap Freddy Gondowibowo menirukan ucapan salah seorang teman golfer yang datang dari Sydney, Australia, setelah teman golfer tersebut menyeruput seduhan kopi tersebut.

“Sudahlah .. nikmati saja sedapnya kopi itu,” Papi menegaskan sambil tersenyum.

Freddy di Mata Zakirudin Chaniago

Untuk lebih mengetahui siapa Freddy Gondowibowo, berikut petikan wawancara IndependensI.com dengan Zakirudin Chaniago, SH, MH Sekretaris Jenderal Lawyer Golf Club.
Tanya: Sejak kapan Bapak kenal pak Freddy?
Jawab: Saya kenal pak Freddy Gondowibowo sebelum pembentukan FORGI – Forum Reformasi Golf Indonesia – tepatnya sebelum bertemu Murdaya Poo, Ketua Umum PB PGI, untuk menyampaikan surat somasi FORGI ke PGI.
Kami saat itu, saya Zakirudin Chaniago, SH,MH (Sekjen Lawyer Golf Club), H.Abdul Rahim Hasibuan, SH,MH (President Lawyer Club), DR.H.Ahmad Yani, SH,MH (Pembina Lawyer Golf Club), diajak mampir dulu oleh pak H.Max Sopacua, SE, M.Sc (Ketua Dewan Penasehat Lawyer Golf Club) ke ruangan kantor pak Freddy Gondowibowo di Driving Range Pondok Indah.
Itu pertemuan pertama saya yang penuh kesan dengan pak Freddy Gondowibowo. Tidak banyak sebetulnya materi yang kami bicarakan saat itu, karena kami dari LGC/FORGI saat itu fokus mau ketemu Ketua Umum PB PGI.
Tanya: Ada yang bilang pak Freddy terlambat muncul dalam dinamika pergolfan nasional. Apa pendapat Bapak?
Jawab: Saya kira tidak juga, hanya saja potensi yang beliau miliki kurang mendapat support dari organisasi PGI yang paling bertanggungjawab terhadap maju mundurnya pergolfan di tanah air.
Jadi kesannya jalan sendiri-sendiri, padahal kalau bersinerji saya yakin pergolfan Indonesia bisa lebih maju daripada negara ASEAN lainnya, tinggal poles sistem rekruitmen dari segi pembinaan saja koq.
Tanya: Komunitas golf mulai familier sejak pak Freddy menggelar Olympic Jabar Amateur Open atau OJAO selama empat tahun berturut-turut.
Komentar Bapak?
Jawab: Benar, dan pelaksanaannya sukses, meski pada gilirannya yang dapat nama harum PGI juga, padahal kegiatan tersebut yang says tahu tidak begitu mendapat dukungan dari PGI.
Tanya: Pak Freddy kata banyak orang terlalu idealis dan sangat teguh memegang prinsip. Gara-gara itu pak Freddy mundur dari kepengurusan PB PGI.
Komentar pak Zaki?
Jawab: Saya pikir pendapat banyak orang itu sangat benar. Bisa jadi karena sikap dan pandangannya yang tidak terakomodir di organisasi PGI sehingga beliau pilih mundur demi kebaikan semua pihak.
Tanya: Terakhir, apa harapan Bapak terhadap pak Freddy yang sangat peduli dengan pembinaan olahraga golf di Indonesia?
Jawab: Secara pribadi, dengan segala kelebihannya, baik dari segi kepeduliannya dengan pembinaan olahraga golf Indonesia, paham aturan dan mencintai olahraga ini dengan penuh ketulusan hati, tentunya saya sangat berharap sosok pak Freddy Gondowibowo ini yang akan memimpin PGI ke depan.
Karena untuk memimpin PGI yang sangat besar ini harus diserahkan kepada orang yang profesional dan dapat fokus. Ini dimiliki oleh pak Freddy Gondowibowo. Itu bila ada keinginan olahraga golf Indonesia benar-benar mau maju dan pemainnya disegani.
Sebaliknya tidak bisa disambi oleh seorang pejabat maupun oleh pengusaha seperti saat ini dan yang sebelumnya. (Toto Prawoto)

One comment

  1. Saya berharap kalaupun seandainya pak Freddy Gondowibowo yang memimpin PGI kedepan, setidaknya pak Freddy Gondowibowo masih bisa membagikan atensi dan kontribusinya bagi pembinaan dan peningkatan kuantitas dan kualitas tournament golf di Indonesia. Terima kasih pak Freddy Gondowibowo telah berkenan mengundang saya main gratis di turnamen golf yg diadakan di Pondok Indah Golf Club untuk merayakan ulang tahin pak Freddy Gondowibowo yang ke 77 tahun dan terima kasih juga utk hadiah BN1 Flight B.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *