Wali Kota dan Muspida Kota Bekasi bersama tokoh lintas agama menyelenggarakan silaturahmi atas raihan Kota Bekasi sebagai Kota Toleransi dan peduli ham. (humas)

Silaturahmi Tokoh Lintas Agama Atas Toleransi di Kota Bekasi.

BEKASI (IndependensI.com)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus memberikan rasa aman, rasa nyaman dan mempunyai kesepahaman yang sama, hak mendapatkan pendidikan, kesehatan pun harus terjamin.

Bukti nyata dengan program kartu sehat yang diperuntukan bagi warganya. Kemudian, Kota Bekasi mendapat penghargaan peduli HAM dan kota toleransi.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat acara pertemuan silaturahmi bersama forum musyawarah pimpiman daerah stempat,  Senin (17/12/2018) di Islamic Centre Kota Bekasi.

Hadir dalam acara itu,   Kapolres, Dandim Kota Bekasi,  Ketua Majelis Ulama, Ketua Dewan Masjid Indonesia,  Dewan Dakwah, Ketua FKUB, forkopinda setempat,  serta tokoh lintas agama dari non muslim lainnya.

Kepala Kesbangpol Kota Bekasi Abdillah menyampaikan kegiatan silaturahmi ini dalam rangka mewujudkan kenyamanan ketentraman bagi segenap warga kota Bekasi sehingga merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan keagamaan menurut kepercayaan masing masing.

Kapolres  Metro Bekasi Kota Kombes Indarto menyampaikan  selamat kepada Pemkot  Bekasi yang telah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Toleran peringkat yang ke enam, se Indonesia.

“Menurut saya melihat dari keberagaman suku dan agama yang ada di kota Bekasi seharusnya Kota Bekasi mendapatkan peringkat ke satu, karena warga kota Bekasi sangat heterogen,” katanya.

Disebutkan, langkah yang kita lakukan  pertama adalah harus berprasangka baik, sehingga dalam menentukan langkah juga baik. Kemudian komunikasi. Masalah sebesar apapun pasti selesai kalau ada komunikasi.

“Toleransi akan diuji dengan sebera tangguh kita melawan hoax, jangan menyebarkan hoax tapi menyebarkan berita bukan hoax, harus proaktif melawan hoax, sehingga toleransi akan tetap terjaga dan akan meningkat”, ia menambahkan.

Selain berprasangka baik, komunikasi yang baik, tak kalah penting adalah saling peduli satu sama lain tanpa melihat agama dan suku orang lain. Karena dengan kita peduli dengan orang lain, orang lain pasti akan peduli terhadap kita. Kemudian  saling membantu saling menolong, sehingga rasa toleran akan terus terjaga, tambah Dandim 0507 Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi  Rahmat Effendi mengucapkan terimakasih kepada semua jajaran pemerintahan, para ulama, kyai, semua tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, warga masyarakat Kota Bekasi karena berkat kerja keras semua pihak penghargaan demi penghargaan pun didapat.

“Rasanya aneh Singkawang mendapatkan peringakat ke satu, padahal penduduknya homogen, sedangkan Kota Bekasi penduduknya heterogen,” ujarnya.

Ditegaskan,  berkat para alim ulama tokoh agama kita bisa berdampingan, bertoleran atau sama lain dalam rangka membangun kota yang damai. Memperbaikin komunikasi menjadi sepaham, sehingga terwujud lah visi misi kota Bekasi, kota yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan, Rahmat menambahkan.

Ia menyampaikan  terima kasih atas dedikasi para tokoh lintas agama yang telah ikut mendorong Kota Bekasi menjadi kota yang penuh etnik, ras, budaya, dan agama sehingga Kota Bekasi mampu mengemban visi yang Ihsan.

“Dalam pencapaian visi Kota Bekasi yang ihsan, mari kita jaga kedamaian, rajut kebersamaan, perkokoh persatuan dan kesatuan agar bisa memahami satu bentuk toleransi umat beragama,” ujarnya.

Di Kota Bekasi, penduduknya beragam suku, agama. Hampir semua suku di Indobesia ada di Kota Bekasi dan semua agama di Indonesia ada di Kota Bekasi. Dalam sehari-hari semua masyarakat yang hetrogen hidup berdampingan dan saling toleran. (jonder sihotang)