Ilustrasi. (Dok/Ist)

Pemprov Sumsel Siap Beli saham Sriwijaya FC

PALEMBANG (IndependensI.com) – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bakal membeli saham mayoritas miliki komisaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Muddai Madang yang selama ini memiliki klub sepak bola Sriwijaya FC. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, pemprov menyatakan ini untuk merespons pernyataan Muddai Madang yang mengatakan siap melepas semua sahamnya jika ada yang berminat. Untuk itu, Pemprov Sumsel akan mempersiapkan anggaran belanja tambahan (ABT) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel 2019.

Deru mengatakan, saat ini hanya ada dua pemegang saham Sriwijaya FC yakni Muddai Madang dan Pemprov Sumsel. Muddai sebelumnya membeli bagian saham dari dua pemilik terdahulu sehingga saat ini Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu menjadi pemegang saham mayoritas Laskar Wong Kito. “Sebelum saya dilantik, ada pergeseran saham. Yang saya tahu, tadinya ada saham Baryadi dan Bakti. Itu semua diambil alih oleh pak Muddai Madang. Secara hukum, secara formal dia punya saham 88,0 persen. Pemprov sekitar 11-12 persen saja,” ujar Deru seperti dikutip dari Antara, Rabu (19/12/2018).

Mantan Bupati OKU Timur ini mengatakan, dirinya akan segera memanggil jajaran direksi PT SOM untuk menindaklanjuti rencana pelepasan saham tersebut karena pemprov berkeinginan menjadi pemegang saham mayoritas. Namun Deru belum menyebutkan nominal APBD Sumsel yang akan disisihkan agar bisa mengelola klub yang sudah berdiri sejak 2007 ini. “Minimal 51 persen. Tinggal bagaimana obrolannya, cocok gak harganya, takeovernya. Kalau APBD kita mampu, ya kita ambil alih sebagian. Nanti baru kita anggarkan di ABT,” ujar dia.

Lebih jauh Deru melanjutkan, meski saat ini pemprov memiliki saham di Sriwijaya FC, dirinya enggan berkomentar dan mengintervensi banyak karena merasa tidak memiliki kekuatan untuk berbicara banyak dengan nilai saham yang kecil. “Sekarang pak Muddai sudah welcome seperti itu, kita sambut baik. Artinya ada keinginan baik dari pak Muddai untuk membuka seluas-luasnya perbincangan. Ya kalau memang nantinya ada kesepakatan khusus, pemprov harus menjadi [pemegang] saham mayoritas, syaratnya gimana,” kata dia.

Menurut Deru, pihaknya akan memperjuangkan agar bisa mengelola Sriwijaya FC karena memiliki tanggung jawab moril untuk menjadikan Elang Andalas menjadi klub sepakbola yang membanggakan. “Kemarin itu masa sulit kan. Kalau ibarat gelas sudah retak, tidak kita pegang retaknya nggak hilang, kita pegang pecah. Sudah, mending kita start dari awal, membenahi ini. Nanti akan saya panggil [direksi] SFC. Dengan satu tujuan, jangan sampai kebanggan masyarakat Sumsel ini menjadi redup,” kata Deru.