Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pagu anggaran Rp 4 triliun lebih akan difokuskan pada keselamatan transportsi darat

Dengan Anggaran Rp 4 Triliun, Ditjen Hubdat Fokus Pada Keselamatan Transportasi Darat

JAKARTA (Independensi.com) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan membahas Pagu Anggaran Ditjen Hubdat tahun 2019 yaitu sebesar Rp. 4,013 Triliun.

Alokasi terbesar ada pada Pembinaan dan Pengembangan Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan yaitu 1,2 Triliun. Kemudian alokasi untuk pengembangan dan pengelolaan Lalu Lintas Jalan sebanyak 631 Miliar.

Pengembangan dan pengelolaan Angkutan Jalan sebesar 327 Miliar, pengembangan dan pengelolaan Prasarana Transportasi Jalan sebesar 627 Miliar, pengembangan dan pengelolaan Sarana Transportasi Jalan sebesar 154 Miliar, serta untuk dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya dengan pagu 1,025 Triliun.

“Saya minta apa yang kita gunakan dengan anggaran 4 Triliun tersebut adalah untuk difokuskan pada keselamatan transportasi darat,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi setiyadib pada acara Pembekalan Teknis Satker dan Pembahasan Pagu Kebutuhan Tahun Anggaran 2020, di Grand Zuri Hotel BSD City- Serpong, Banten Selasa (22/1).

Dalam penyusunan pagu kebutuhan ini berfokus pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu berdasarkan konektivitas nasional; Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Ekonomi Khusus/ Kegiatan Industri (KEK/KI), K3T; keselamatan transportasi darat, revitalisasi angkutan perkotaan, dan revitalisasi angkutan sungai-danau.

Dirjen Budi juga menyampaikan bahwa per tahun Januari 2019 juga terjadi perubahan struktrur organisasi pada Ditjen Hubdat dengan adanya Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan.

Mengenai hal ini Dirjen Budi berharap porsi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terhadap angkutan sungai, danau, dan penyeberangan lebih besar dan dapat menciptakan penyeberangan yang berkeselamatan.

Sementara itu terkait transportasi perkotaan, Dirjen Budi juga sempat membahas revitalisasi angkutan perkotaan.

“Kenapa harus direvitalisasi? Karena sudah saatnya Indonesia sekarang ini melakukan pembatasan usia kendaraan,” jelasnya

Secara umum, ada 12 isu strategis yang dibahas dalam pembekalan teknis hari ini yaitu:
1. Transportasi Perkotaan,
2. Perubahan iklim & mitigasi bencana,
3. ODOL,
4. Alternatif skema pendanaan,
5. SDM & kelembagaan,
6. Pembagian kewenangan antara Pemerintah Pusat dan Pemda,
7. Angkutan Sewa Khusus,
8. Pemerataan Pembangunan,
9. Klasterisasi Pengembangan Wilayah (KSPN, KEK/KI, Kawasan 3T),
10. Perkembangan Teknologi Informasi Bidang Transportasi,
11. Pembentukan Unit Kepatuhan Internal & Unit Manajemen Proyek,
12. Keselamatan Transportasi Darat

Acara hari ini juga dihadiri oleh Ahmad Yani selaku Direktur Angkutan Jalan, Sigit Irfansyah selaku Direktur Sarana Transportasi Jalan, Chandra Irawan sebagai Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, serta Kepala BPTD dari seluruh wilayah Indonesia.