Tim Piala Federasi Indonesia. Ist/tenisindonesia.com

Tim Piala Federasi Dapat Pengalaman Tanding

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim Piala Federasi Indonesia berhasil mencapai target mempertahankan posisi di Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dalam laga relegation playoff di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/2). Mereka lolos dari  degradasi ke Grup II Zona Asia Oseania setelah menang 2-1 atas tim Thailand.

Bertarung di Astana bagi tim Indonesia merupakan tugas berat yabg harus dilakukan. Pasalnya secara peringkat, skuat putri bermaterikan Aldila Sutjiadi, Jessy Rompies, Beatrice Gumulya dan Deria Nur Haliza jauh di bawah para lawan-lawan dari Thailand, Korea Selatan hingga China. Selain itu pengalaman berlaga di turnamen perorangan tidak terlalu banyak, tetapi tidak menyurutkan langkah para petenis Indonesia yang dikomandoi Deddy Tedjamukti sebagai pelatih sekaligus kapten tim.

“Kami jadi punya pengalaman tersendiri melawan para petenis peringkat lebih tinggi. Harus bertarung lebih siap dan mengantisipasi pola permainan mereka yang terkadang agresif. Pe galaman ini menjadi bahan evaluasi kami untuk bisa bermain maksimal di pertandingan perorangan maupun Piala Federasi berikutnya,” ujar Jessy usai jumpa pers di Kantor PP Pelti, Jakarta, Senin (11/2/2019). Jessy berharap, turnamen internasional di dalam negeri bisa digiatkan kembali menyusul kemudahan dan menghemat biaya bertanding bagi petenis lokal untuk meningkatkan peringkat dunia. “Bisa menghemat biaya pribadi, kalau ke luar negeri khan mahal,” imbuhnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, Aldila Sutjiadi mengaku masih kurang pengalaman tanding ketika menghadapi tim-tim unggulan Asia dalam Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania. “Pemain dari negara-negara Asia lain sudah turun di turnamen Grand Slam maupun turnamen lain yang punya peringkat yang tinggi dibanding turnamen yang kami ikuti. Pengalaman kami masih kurang, padahal secara bakat, kami tidak jauh berbeda,” kata petenis putri Indonesia Aldila.

Indonesia dengan peringkat 41 dunia harus menghadapi tim putri China yang merupakan tim unggulan Grup I dengan peringkat 24 dunia serta tim Korea Selatan yang punya peringkat 30 dunia pada pool B Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania. Aldila mengatakan, hasil yang dicapai tim putri Indonesia dalam Piala Fed 2019 Grup I itu menjadi bekal untuk pertandingan dalam turnamen perorangan. Selain itu juga untuj mempertahankan posisi Indonesia dalam Grup I setelah menang atas tim Thailand pada laga relegation playoff.

Peringkat Beregu

Kemenangan dalam pertandingan relegation playoff Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania itu sekaligus mampu memperkecil selisih kedudukan tim putri Indonesia dengan tim Thialand menjadi 4-5 dari sebelumnya 3-5. “Kami berhasil memenuhi target untuk tetap bertahan di Grup I. Kemenangan itu merupakan hal penting bagi tim putri Indonesia agar dapat menaikkan peringkat beregu,” kata kapten Tim Fed Indonesia Deddy Tedjamukti di Astana, Kazakhstan, seperti dikutip dari tenisindonesia.com.

Deddy mengatakan, keberadaan tim putri Indonesia dalam Grup I Piala Fed Zona Asia Oseania akan memacu kemampuan individu para petenis putri Tanah Air. “Mereka berkesempatan beradu dengan petenis-petenis peringkat 100 dunia, bahkan 50 besar dunia,” ujar Deddy.

Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar mengaku bangga atas prestasi yang dicapai para petenis putri Indonesia di Kazakhstan pekan lalu. Dia juga memberikan apresiasi positif dan berharap para petenis putri ini bisa berprestasi pula pada SEA Games Filipina 2019 pada bulan Oktober mendatang. “Kami berikan apresiasi pada prestasi tim Piala Fed putri ini. Mereka berjuang dengan maksimal dan berhasil bertahan mengingat Indonesia kerap mengalami pasang-surut prestasi di Piala Federasi,” ujar Rildo.

Dirinya berharap, tim ini bisa menjadi pelecut semangat para petenis junior lainnya untuk berprestasi lebih serta mengikuti jejak prestasi para seniornya di kancah tenis Indonesia maupun dunia di masa depan.