Pengurus RW 013 Kemang Pratama foto bersama Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.(humas)

Wali Kota Rahmat Effendi: Ekspektasi Kota Bekasi  di Jabar Kian Meningkat

BEKASI (IndepensensI.com)- Ekspektasi Kota Bekasi di Jawa Barat, semakin membaik. Kini sudah meninggalkan 27 kabupaten dan  lota yang ada di Jawa Barat. Pendapatan Kota Bekasi dari  kendaraan bermotor terbesar di Jawa Barat sekaligus penyumbang terbesar ke Provinsi Jawa Bara

“Kita lihat dari kemacetan yang ada di Kota Bekasi khusunsya Sabtu dan Minggu, jalanan itu dilihat dari goggle map merah semua, dan saya juga sudah melakukan MOU dengan Gubernur Jabar yang lama untuk kerjasama untuk menggratiskan SMA dan SMK Negeri yang ada di Kota Bekasi. Namun gubernur yang sekarang tidak mau menjalankannya”, ujar  Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, akhir pekan lalu, saat peresmian Pos RW di Perumahan Kemang Pratama 3,  Kecamatan Rawalumbu.

Disebutkan, walau Kota Bekasi bergabung dengan Jakarta, identitas Bekasi tidak bakal hilang. Kota Bekasi masih tetap ada, dan Kota Bekasi daan sekarang bukanlah kota penyangga Jakarta,  tapi mitra dengan Jakarta. Bahkan bangunan-bangunan yang sekarang lagi di bangun flyover adalah dana dari DKI.
Itu  erupakan hubungan sebagai mitra Kota Bekasi dengan Jakarta.

“Agama itu pilihan.Yang namanya kalau ada tempat ibadah pasti akan ada penyebaran agama. Kita hidup dan tinggal di Kota Bekasi ayo kita bangun kota yang kita cintai ini, jangan ada perbedaan, jangan membedan suku dan ras,” tegas Rahmat.

Pada saat itu, Heridon, Ketua RW 013 Kemang Pratama melaporkan  pembangunan kantor tersebut menghabiskan dana Rp  1,85 miliar. Adapu  slogan “Ceria” C= cepat,  E= empati,  R= rukun,  I=iman, A= aman. Diharapkan Pos RW dapat  bermanfaat bagi warga RW 013 serta yang lainnya sepwrti kegiatan PKK, Poaayandu, dan Posbindu, serta kegiatan  Karang Taruna.

Pembangunan Pos  RW itu  merupakan swadaya dari warga dan para donatur tanpa menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi.

Rahmat  menegaskan bahwa balai RW yang megah ini merupakan swadaya dari warga masyarakat Kemang 3, dan menjadikan sebagai percotohan bagi balai RW yang lain dalam sisi swadayanya.  Abila pengelolaan balai RW bisa baik, kemudian keorganisasian bisa berjalan dengan baik,  maka warga akan merasakan puas dengan adanya balai RW tersebut. (adv/humas/jonder sihotang)