Pejabat Forkopimda Gresik Memberi Salam Usai Upacara Peringatan HSN

Muhammadiyah, NU dan LDII Kompak Rayakan Hari Santri Nasional

GRESIK (Independensi.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang berlangsung dihalaman Kantor Bupati Gresik Jawa Timur pada, Selasa (22/10). Di ikuti oleh sekitar 500 peserta, berbagai unsur mulai jajaran pejabat Forkopimda dan Ormas Islam. Serta, sejumlah santri dari beberapa pondok pesantren.

Dalam kegiatan itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membacakan pidato tertulis Menteri Agama RI yang menerangkan tentang penetapan Hari Santri yang merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad.

“Fatwa kewajiban berjihad itu, demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini, kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan” katanya.

“Kita patut bersyukur pada Hari Santri Tahun 2019 kali ini, telah lahir Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat. Pesantren memiliki hak yang sama dengan tamatan lembaga lainnya,” ujarnya.

Hari Santri yang diperingati sejak tahun 2016 itu lanjut Sambari, telah digelar dengan mengangkat berbagai tema. Seperti, Pesantren untuk Indonesia di tahun 2017, Wajah Pesantren Wajah Indonesia Bersama Santri Damailah Negeri di tahun 2018 dan di tahun 2019 tema yang diusung adalah, Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia.

“Kami menganggap Pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian,” ucapnya.

“Hari Santri ini juga menjadi pemersatu bangsa, ini terlihat dari sinergitas yang tampak dari peserta upacara. Mulai, NU, Muhammadiyah dan LDII tampak kompak bersatu untuk sama-sama membawa nama harum santri,” tandasnya. (Mor)