Aliran Bengawan Solo Didesa Jrebeng Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Jawa Timur Yang Mengering

Fenomena Keringnya Bengawan Solo Gegerkan Warga Kecamatan Dukun

GRESIK (Independensi.com) – Warga Desa Dukuh Kembar dan Jrebeng Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik Jawa Timur, dikejutkan dengan fenomena mengeringnya sungai Bengawan Solo yang berada didaerahnya. Akibat kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan yang lalu.
Kondisi itu, menjadikan warga setempat berbondong-bondong mendatangi Bengawan Solo yang kering kerontang untuk diabadikan dengan kamera ponsel. Bahkan, sepintas seolah menjadi lokasi wisata dadakan setiap sore hari.
Menurut Camat Dukun Fatah Hadi mengeringnya sungai Bengawan Solo diakibatkan kemarau panjang. “Selama saya menjabat Camat disini, belum pernah terjadi kekeringan hingga menyebabkan Begawan Solo seperti ini,” ujarnya, Kamis (24/10).
“Dalam dua tahun terakhir ini, Bengawan Solo terlihat berbeda. Sebab, mengeringnya aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Tidak biasa terjadi seperti sekarang, apalagi sampai warga bisa berjalan kaki saat menyeberang dari sisi satu ke sisi lainnya. Padahal, biasanya harus naik perahu tambang kalau menyeberang,” ungkapnya.
Di tambahkan Fatah, Bengawan Solo yang membentang didua desa Dukuh Kembar dan Jrebeng memiliki lebar sekitar 200 meter. “Meski aliran Bengawan Solo ini kering, namun dibeberapa titik masih terdapat kubangan berisi air. Justeru hal inilah, yang memicu warga datang dan melihatnya langsung,” tuturnya.
Sementara, Mistono (25) warga Desa Jrebeng mengaku kaget dengan kondisi mengering sungai Bengawan Solo. “Ini belum pernah terjadi lho, Bengawan Solo sampai kering kayak gini,” ucapnya.
“Ketidak biasaan yang terjadi ini, membuat banyak warga yang mengabadikannya dengan berselfi. Termasuk saya, soalnya seumur-umur baru melihat kondisi Bengawan Solo seperti ini dan bisa dilewati dengan berjalan kaki,” tukasnya.
“Dampak dari kondisi mengeringnya Bengawan Solo, warga sini menjadi kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena, kami memanfaatkan air Bengawan baik untuk keperluan rumah maupun sawah,” tandasnya.
“Kebutuhan air, praktis kami menunggu bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik atau dari pihak yang peduli dengan kondisi yang kami alami saat ini,” pungkasnya. (Mor)