Wali Kota Bekasi Rahmat Effensi saat memberikan pembekalan 12 camat dan 56 lurah se Kota Bekasi. (humas)

Camat dan Lurah se Kota Bekasi Diberi Pembekalan

BEKASI (IndependensI.com)- Saat ini masyarakat sudah semakin kritis dalam menyampaikan berbagai aspirasi, tak terkecuali pelayanan yang diperolehnya baik di kelurahan maupun kecamatan.

“Untuk itu saya ingatkan para camat dan lurah agar selalu rajin mengevaluasi kinerja dan meningkatkan pelayanan yang diberikan para pegawainya kepada masyarakat sehingga terwujud pelayanan prima,” ujar Wali Kota  Bekasi Rahmat Effendi saat  memberikan pembekalan terhadap seluruh Camat dan Lurah se Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Cikole, Bandung Barat dengan mengusung tema ‘Fokuslah Menjadi Produktif Bukan Sekedar Sibuk Bekerja’.

Ditegaskan, ia  tidak ingin mendengar keluhan dari masyarakat, terutama  dalam hal pelayanan yang kurang baik. Ia mengingatkan  Tim Saber Pungli sudah terbentuk  sehingga imbalan sekecil apapun yang diterima para pejabat  merupakan bentuk pungutan liar (pungli).

“Apabila itu terjadi, saya tidak akan tinggal diam. Sebab, saya tidak ingin mempertahankan aparatur di jajaran Pemkot Bekasi yang kinerjanya tidak maksimal, terutama melakukan pungli, karena itu akan berdampak buruk terhadap kinerja. Jadi saya minta saudara harus mempersiapkan mental, disiplin dan etos kerja yang baik serta berikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Pembekalan  berlangsung selama dua  hari mulai 31 Oktober – 1 November 2019. Hal ini  dilakukan  untuk meningkatkan kapasitas kompetensi seluruh aparatur terkait pemahaman Peraturan Wali Kota nomor  27A Tahun 2019 tentang ‘Tata Cara Perencanaan dan  Penganggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Bekasi, berbasis Siencang serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat’

Para Camat dan Lurah diberikan pembekalan guna menambah pengetahuan sekaligus memberikan masukan serta menjalin sinergitas. Di hadapan 12 Camat dan 56 Lurah,  Rahmat  mengingatkan, fungsi utama pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Maka  pemerintah perlu terus berupaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan tata kelola yang baik, benar dan bersih. Salah satu peningkatan kualitas pelayanan,  harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tegaanya.

Camat dan Lurah, sebagai aparatur pemerintahan yang bertanggung jawab atas wilayahnya mereka harus melaksanakan setiap tugas  pokok dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab agar dapat menciptakan  kualitas kerja serta layanan yang optimal  sehingga  dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita harus memiliki think out of the box. Meandset harus dibuka. Ciptakan perubahan, harus ada inisiatif dalam menyelesaikan persoalan, harus tanggap,” jelas Wali Kota.

Melalui pembekalan Rahmat Effendi berharap dapat meningkatkan kapasitas Camat dan Lurah. Di samping itu juga agar semakin terbangunnya pemahaman terhadap kerjasama tim, termasuk komunikasi dan koordinasi didalamnya, membangun komunikasi dengan unsur Tiga Pilar.

Dengan semakin padunya kerjasama dan didukung suasana kerja yang nyaman, kita  optimis akan terbangun kreativitas dan inovasi serta terwujudnya visi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan, tegas Wali Kota Rahmat. (jonder sihotang)