Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusmah bersama Camat Bekasi Utara saat meninjau tanggul kali yang ambruk terkikis banjir. (istimewa)

Tanggul Kali Bekasi Ambruk, Warga Kian Khawatir

BEKASI (IndependensI.com)- Kekhawatiran warga sepanjang aliran Kali Bekasi Kota Bekasi Jawa Baray, tak berkesudahan. Pasalnya, setiap terjadi banjir kiriman dari Kabupaten Bogor yang berasal dari Kali Cikeas dan Cileungsi dan  menyatu di Sungai Bekasi, tanggul sungai terus tergerus.

Bahkan di wilayah Kecamatan Bekasi Utara  sudah banyak rumah penduduk dan makam keluarga yang terkikis erosi sungai. Paling mengerikan lagi, tanggul Kali Bekasi di Kampung Cipendawa Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, sudah setahun lebih ambruk, hingga saat ini tak ada tanda-tanda perbaikan.

Satu jalur badan Jalan Raya Cipendawa yang menghubungkan Kecamatan Rawalumbu dengan Kecamatan Jatiasih, kini nyaris putus akibat tanggul Kali Bekasi yang ambruk terkikis banjir sejak awal 2017. Jalan di sisi selatan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan lagi.

Dampak tanggul sungai yang terbesar di Kota Bekasi yang terus tergerus, Senin (23/4/2018), tim dari Balai Besar Wilayah Sungai ciliwung
Cisadane (BBWSCC), meninjau  pondasi tanggul Kali Bekasi di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

“Hari ini kami cek dulu situasinya dan memang terjadi ambles yang cukup parah di tanggul Kali Bekasi RT 01 RW 013 Perumahan Pondok Mitra Lestari dengan diameter lubang yang cukup besar,” kata Tim Teknis
BBWSCC Yoyo di Bekasi.

Yoyo bersama timnya langsung mengecek situasi lahan penyangga tanggul yang ambles serta menggambil gambar untuk kebutuhan
dokumentasi kegiatan.

Hasil tinjauan tersebut akan menjadi laporan pihaknya kepada atasan serta Direktorat Jendral Sumber Daya Air (SDA) Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kami akan pertimbangkan lagi apakah teknis perbaikannya berupa penanganan darurat atau permanen,” katanya.

Skema penanganan darurat, kata dia, bisa berupa penambalan lubang menggunakan batu kawat beronjong dan karung pasir atau penanganan permanen dengan sistem sheet pail.

“Semua tergantung kemampuan anggaran kami,” katanya.

Pelaksana tugas Ketua RW 013 Perumahan Pondok Mitra Lestari Rio Dewanto mengemukakan,  amblesnya pondasi tanggul RT01 merupakan imbas dari erosi Kali Bekasi sepanjang musim hujan 2017-2018.

“Saat ini tanggul sepanjang 300 meter di lokasi tersebut menggantung karena lahannya sudah ambles. Tinggal tunggu waktunya saja,” katanya.

Yoyo menjelaskan, saat ini ada puluhan rumah warga di RT 01 yang posisinya bersebalahan dengan tanggul yang nyaris ambles.

“Aliran Kali Bekasi di RT01 itu memang tegak lurus dengan posisi tanggul, sehingga  yang dihantam pondasinya setiap kali Tinggi Muka
Air (TMA) naik di atas rata-rata normal 300 centimeter,” katanya.

Pada peristiwa kanaikan TMA Kali Bekasi hingga 580 centimeter pada Jumat (20/4), lingkungan RT01 PML sempat tergenang air luapan yang menyembur dari sejumlah celah pondasi yang ambles.

Bahkan, akibat luapan Kali Bekasi pekan lalu, beberapa rumah di Jalan Mawar Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, sempat tergenang banjir.(jonder sihotang)