Harimau Sumatera masuk perbatasan kota Pekanbaru. Jejaknya ditemukan di Jl Guru Ujung kawasan RT 14/RW 11 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung,Kabupaten Kampar

Jejak Harimau Dewasa Muncul di Pinggiran Pekanbaru

Loading

PEKANBARU (Independensi.com) – Jejak harimau Sumatera ditemukan di Jl Guru Ujung kawasan RT 14/RW 11 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung,Kabupaten Kampar, merupakan daerah perbatasan dengan Kota Pekanbaru. Lokasi jejak harimau itu ditemukan warga di sekitar 19,6 kilometer dari pusat kota Pekanbaru tepatnya di kilometer 6 jalan lintas Jalan Garuda Sakti/ Jalan Petapahan. Adanya tapak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) itu, diakui Heru Sutmantoro Kabid Wilayah II BBKSDA Riau.

Menurut Kabid Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, pihaknya menerima informasi dari warga tentang adanya jejak (tapak) harimau Sumatera di perbatasan Kampar-Pekanbaru itu, pada hari Senin (2/11/2019) dan setelah itu langsung diturunkan tim ke lapangan. Hasil pengecekan membenarkan bahwa di lokasi tersebut tim menemui adanya jejak satwa liar dengan ukuran jejak lebar 14 cm dan panjang 14 cm serta jarak kaki depan dengan belakang 84cm.

Heru mengakui bahwa lokasi ditemukannya jejak satwa liar itu, berada disekitar pemukiman masyarakat RT 14/RW 11 Desa Karya Indah, masih termasuk kawasan perkebunan yang berada di lanskap antara Tahura Minas dengan perumahan BSD Kaita. Sedangkan sebelumnya yaitu pada hari Jumat 29 Noovember 2019 lalu, warga masyarakat didaerah itu yang sedang memancing di pinggiran Sungai Siak, juga melaporkan melihat adanya satwa Harimau Sumatera.

Untuk itu tim yang kita turunkan sudah menghimbau kepada masyarakat di daerah itu, agar hati-hati jika melakukan aktifitas, karena kawasan tersebut memang merupakan wilayah jelajahnya harimau sumatera, sehingga tidak mungkin pergerakannya dibatasi. Harimau tak mungkin terus menerus hanya berputar-putar di hutan Taman Raya Tahura, pasti bergerak di kawasan hutan sekitarnya, sedangkan kawasan pemukiman Desa Karya Indah itu sangat berdekatan dengan areal perkebunan yang berbatas dengan Tahura.

Lebih lanjut Heru Sutmantoro menghimbau kepada warga disekitar pinggiran kawasan Tahura, karena kawasan itu merupakan wilayah jelajahnya harimau, memang rumahnya dia (harimau) di sekitaran itu sehingga disarankan pada warga agar berhati-hati dalam melakukan aktifitas. Warga diminta selalu waspada dalam melakukan perjalanan disekitar lokasi itu, jangan sampai terjadi konflik secara fisik antara satwa liar itu dengan manusia.

Perlu diketahui bahwa di Taman Hutan Raya (Tahura) Minas yang berjarak sekitar 18 kilometer dari Desa Karya Indah, terpantau ada harimau dewasa. Sebagaimana diketahui harimau dewasa punya daya jelajah sekitar 50 kilometer persegi, otomatis jangkauannya sudah masuk ke daerah itu. Setiap harimau punya home base atau home ring yang merupakan wilayah jelajahnya. Maka tidak mengherankan jika jejak harimau sampai ke daerah Jalan Guru Ujung RT 14/RW 11 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kampar.

Heru memperkirakan bahwa harimau sumatera yang muncul itu tidak lagi berada di desa tersebut. Karena harimau selalu berpindah-pindah, jarang menetap disatu titik daerah jelajahnya. Apalagi harimau ini masih liar, menghindari manusia dan muncul di malam hari, itulah sebabnya jejak itu ditemukan di malam hari. Sebagai tindak lanjut, BBKSDA sudah meminta masyarakat agar tidak bertindak agresif jika melihat satwa itu muncul. “Segera hubungi petugas BBKSDA dan utamakan kewaspadaan, sebab kemunculan harimau susah ditebak,” ujar Heru. (Maurit Simanungkalit)